Pelaku Penggorokan di Aceh Barat Diisukan Pernah Terganggu Kekasih Khayalan

Foto tangkapan layar dari video kiriman warga yang memperlihatkan lokasi kejadian penyerangan dan penggorokan di sebuah warkop di Desa Langung, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Kasus penyerangan dan penggorokan terhadap pemuda Langung, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat diduga dilakukan oleh pelaku yang disebut-sebut pernah terganggu kekasih khayalan.

Sejauh ini pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut dengan memintai keterangan pelaku dan saksi di sekitar lokasi kejadian.

Baca: Polisi Masih Dalami Kasus Penggorokan Pemuda Desa Langung

“Kepolisian masih mendalami motif penyarangan itu dengan memeriksa pelaku dan saksi-saksi di lokasi kejadian. Nanti hasil dari pemeriksaan akan kita sampaikan pada konferensi pers,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, Iptu Fachmi Suciandy.

Di tengah upaya polisi mengungkap motif kasus yang menghebohkan itu, ternyata di masyakat berkembang berbagai isu tentang latar belakang pelaku.

Baca: Pemuda Desa Langung Aceh Barat Diserang dengan Senjata Tajam Saat Ngopi, Alami Luka Gorokan

Satu rekaman audio yang beredar di jejaring medsos seperti terdengar suara seseorang menginterogasi (pelaku?) dengan menanyakan apa betul (korban) cewek adiknya?

Juga terdengar percakapan yang menyebut pelaku menyerang korban atas suruhan adiknya.

Bersamaan dengan itu, beredar juga satu file rekaman audio lainnya yang diduga ada hubungan dengan kasus penyerangan di Desa Langung tersebut.

Begini lengkapnya suara di rekaman audio tersebut:

“…nggak bang, dulu si pelakunya ini memang orang kurang pas, orang sakit jiwa. Dulu pada tahun 2019 pernah mukul kawan David gara-gara disangka kawan David itu rebut cewek dia. Kan diamankan di polisi, terus pas diselidiki ternyata ceweknya itu cewek khayalan. Siapa yang dilihat kurang puas sama dia dipukul terus gitu. Itu kemungkinan kasusnya sama juga karena kekasih khayalan itu.”

Sejauh mana kebenaran berbagai informasi yang berkembang di masyarakat–termasuk medsos–belum bisa dipastikan.

Jangan terpengaruh hoax

Kapolres Aceh Barat, AKBP Andi Kirana melalui Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, Iptu Fachmi Suciandy mengimbau masyarakat tidak terpengaruh dengan berbagai berita hoax dan tidak menyebarkan berita-berita yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

“Termasuk berbagai informasi terkait kasus penyerangan dengan senjata tajam di Desa Langung. Polisi sedang bekerja, tunggu saja,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Barat.[]