Diterpa Isu Selingkuh, Bupati Aceh Timur Buka Suara: “Itu Fitnah Besar”

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky memberikan keterangan pers terkait bantahan isu perselingkuhan yang beredar, Kamis, 30 April 2026. Ia menegaskan tuduhan penggerebekan tidak benar dan merupakan fitnah. (Foto: Tangkapan layar Live TikTok/@bupatirakyat)

PORTALNUSA.com | ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, membantah keras tuduhan perselingkuhan yang menyeret namanya bersama seorang tenaga kesehatan di salah satu puskesmas di wilayah tersebut.

Dalam konferensi pers, Kamis, 30 April 2026, yang juga live di akun tiktok @bupatirakyat, ia menegaskan bahwa informasi beredar terkait dugaan “penggerebekan” merupakan hal tidak benar dan cenderung fitnah yang merugikan dirinya secara pribadi, keluarga maupun jabatan.

Iskandar menjelaskan, peristiwa yang disalah artikan itu terjadi saat dirinya bersama rombongan sedang menjalankan misi kemanusiaan membantu para korban banjir di Aceh Timur, tepatnya menuju Desa Pantai Labu yang saat itu dilaporkan terisolasi.

“Tidak ada penggerebekan seperti tuduhan dalam video yang beredar di media sosial. Kami saat itu dalam perjalanan membawa bantuan dan tenaga medis,” ujarnya.

Ia memaparkan, rombongan yang bergerak menuju lokasi terdiri sekitar 15 kendaraan konvoi, termasuk kendaraan pengawalan.

Karena keterbatasan ambulans, sejumlah tenaga medis menumpang di kendaraan yang ia gunakan, atas permintaan pihak puskesmas.

Di dalam mobil tersebut, kata dia, terdapat empat orang, bukan hanya berdua seperti yang ditudingkan.

Bahkan, kondisi kendaraan disebut dalam keadaan penuh dan disaksikan oleh sejumlah pihak yang turut dalam rombongan.

Rombongan sempat berhenti di kawasan Simpang Ulim, tepatnya di depan Masjid Pelalu.

Setelah itu, muncul seorang pria yang belakangan diketahui merupakan mantan suami dari salah satu penumpang dalam kendaraan tersebut.

Iskandar menilai, narasi yang berkembang kemudian dipelintir seolah-olah terjadi penggerebekan dalam konteks hubungan pribadi.

Ia menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut.

“Tuduhan ini sangat merugikan dan tidak berdasar. Kami akan meminta pertanggungjawaban atas fitnah yang disebarkan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, lanjut Iskandar, tetap berkomitmen fokus pada penanganan bencana dan pelayanan masyarakat, serta mengimbau publik untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. []