Viral “Saboh Geureupoh” di Tengah Kontroversi JKA
RAPAT dengar pendapat tentang kontroversi Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) di DPRA beberapa hari lalu mendapat perhatian luas dari masyarakat terlebih ketika suasana di forum tersebut “dihidangkan” menjadi “santapan” publik melalui media sosial.
Di platform media sosial TikTok, suasana di forum dengar pendapat itu viral oleh magnet seorang anak muda berambut kribo yang menyampaikan isi pikirannya secara lugas, kocak, kritis dan berbasis akal sehat. Kritik yang dikemas dengan nada guyon membuat orang-orang tetap merasa terhormat di tempat terhormat.
Lalu, siapa anak muda yang meledakkan istilah Aceh saboh geureupoh (satu kandang) untuk orang-orang yang terlibat dalam penetapan kebijakan baru tentang JKA tersebut?
Istilah saboh geureupoh itu sendiri diyakini sebagai refleksi kekesalan atas keputusan yang diambil oleh orang-orang yang berkumpul dalam satu “kandang” melahirkan keputusan yang sangat menyakitkan terkait hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Penelusuran media ini, ternyata sosok yang mempopulerkan istilah saboh geureupoh tersebut adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Banda Aceh jurusan Manajemen.
Mahasiswa angkatan 2021 tersebut bernama Khalilullah (Khalil) asal Buloh Blang Ara, Aceh Utara.
Sumber-sunber di kalangan aktivis mahasiswa mengatakan, Khalil dikenal sebagai salah seorang mahasiswa yang banyak terlibat dalam kegiatan kampus. Khalil juga pernah menjadi Kepala Unit KSR 07 Unmuha pada 2025.
Akhir-akhir ini ketika isu JKA mencuat, Khalil bersama rekan-rekannya ikut mengkritisi kebijakan yang mereka nilai merugikan kepentingan masyarakat. Maka, istilah saboh geureupoh pun viral di tengah memanasnya kontroversi program kesehatan gratis tersebut.[]



