FDP Salurkan Paket Lebaran Idul Adha Untuk Mualaf Perbatasan

PORTALNUSA.com | ACEH SINGKIL – Tim program perbatasan dari Forum Dakwah Perbatasan (FDP) kembali melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Subulussalam dan Aceh Singkil dalam rangka evaluasi sekaligus penguatan program dakwah, pemberdayaan masyarakat, dan pembinaan mualaf.

Kunjungan tersebut diawali dengan agenda evaluasi lapangan di wilayah Subulussalam sebelum tim bergerak menuju Desa Napagaloh, Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil untuk menyalurkan paket Lebaran bagi para mualaf binaan dai FDP.

Manager Program FDP, Teuku Azhar Ibrahim, Kamis, 21 Mei 2026 mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen FDP kerja sama BAZNAS dalam memperkuat dakwah di wilayah perbatasan sekaligus memastikan program pembinaan berjalan efektif.

“FDP hadir bukan hanya untuk dakwah dalam arti ceramah semata, tetapi juga penguatan kualitas sumber daya manusia masyarakat perbatasan, termasuk pendidikan keagamaan, pembinaan mualaf, pembangunan rumah ibadah, hingga pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Teuku Azhar Ibrahim.

Dalam kegiatan pembagian paket Lebaran kepada mualaf binaan dai FDP di Danau Paris, hadir pula Camat Danau Paris, Bungaran Tumangger, yang secara langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat penerima manfaat.

Menurut Teuku Azhar, Pemerintah Kecamatan Danau Paris menyambut positif keberadaan FDP di wilayah tersebut. Peningkatan jumlah mualaf, kata dia, membutuhkan perhatian serius dan pembinaan berkelanjutan, terutama di daerah yang minim pendampingan dakwah.

“Pak Camat menyampaikan kebutuhan akan tambahan dai pembina di sejumlah titik, khususnya di Desa Beskang. Bahkan pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa menyatakan kesiapan menyediakan fasilitas tempat tinggal bagi dai yang akan bertugas,” katanya.

Teuku Azhar menjelaskan, kebutuhan dai tambahan menjadi penting mengingat selama sekitar satu tahun terakhir wilayah Beskang tidak lagi memiliki dai pembina tetap. Karena itu, FDP sedang memetakan kebutuhan sumber daya dakwah agar ke depan penempatan dai lebih sesuai dengan karakter wilayah perbatasan.

Usai penyaluran bantuan, Tim FDP bersama Camat Danau Paris meninjau Musalla Al Hijrah di Lae Balno yang kini dalam tahap pemasangan dinding bata. Musalla tersebut telah menjadi titik pembinaan masyarakat sekaligus lokasi tugas salah satu dai FDP.

Menurut Teuku Azhar, musalla yang berada sekitar 70 meter dari gerbang perbatasan itu diharapkan menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak sekaligus penguatan pemahaman keislaman masyarakat dengan pendekatan Islam yang damai dan inklusif.

“Posisi musala sangat strategis karena berada di jalur lintas antarprovinsi. Selain menjadi pusat dakwah, lokasi ini juga sangat potensial dijadikan rest area bagi musafir yang membutuhkan tempat beribadah dan beristirahat,” jelasnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, tim juga meninjau tanah wakaf milik seorang warga mualaf bermarga Sihombing di Dusun I Beskang. Tanah berukuran sekitar 30 x 10 meter itu diwakafkan untuk pembangunan musalla bagi warga Muslim setempat.

Teuku Azhar menyebut, pembangunan rumah ibadah di lokasi itu menjadi kebutuhan mendesak karena sekitar 17 kepala keluarga Muslim di dusun tersebut belum memiliki fasilitas ibadah maupun tempat belajar mengaji bagi anak-anak.

“Selama ini warga harus menempuh sekitar tiga kilometer untuk melaksanakan shalat berjamaah atau belajar mengaji. Ini tentu menjadi perhatian bersama agar akses pendidikan agama masyarakat bisa lebih dekat dan layak,” ujarnya.

Selain fokus pada dakwah dan infrastruktur rumah ibadah, FDP juga mengevaluasi perkembangan program pemberdayaan ekonomi mualaf. Tim mengunjungi sejumlah penerima bantuan modal usaha yang dinilai menunjukkan perkembangan signifikan.

Salah satunya adalah usaha jahit milik Kartika Taylor yang disebut mengalami peningkatan pendapatan secara signifikan setelah memperoleh bantuan modal dari Baitul Mal Aceh dan pendampingan usaha dari FDP. Begitu pula usaha Warung Asyifa di Desa Situbuh-tubuh yang berkembang dari usaha warung menjadi usaha tambahan di sektor pencucian kendaraan roda empat.

“Harapan kami, para mualaf binaan ini ke depan tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berdaya dan pada akhirnya mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” kata Teuku Azhar.

Ia menambahkan, agenda berikutnya Tim FDP akan bersilaturahmi dengan unsur pemerintah daerah, termasuk Wakil Bupati Aceh Singkil, sebagai bentuk penguatan sinergi program pemberdayaan masyarakat.

“FDP ingin hadir sebagai mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia masyarakat perbatasan melalui dakwah, pendidikan, ekonomi umat, dan penguatan kehidupan sosial keagamaan,” pungkasnya.[]