CSO dan Komunitas Perempuan Bahas Penguatan Resiliensi Penyintas Banjir di Lhokseumawe
PORTALNUSA.com|LHOKSEUMAWE – Sejumlah organisasi masyarakat sipil (CSO), komunitas perempuan, serta relawan kemanusiaan mengikuti lokakarya bertajuk Gerakan Penyadaran dan Advokasi Pengembangan Resiliensi Perempuan dan Kelompok Rentan Pascabencana Banjir Ekologi Sumatera yang digelar di Platinum Coffee, Kota Lhokseumawe, Sabtu, 23 Mei 2026.
Kegiatan tersebut digagas oleh Flower Aceh dan melibatkan berbagai lembaga yang selama ini aktif mendampingi masyarakat terdampak banjir ekologis di Aceh Utara dan Lhokseumawe.
Berdasarkan surat undangan kegiatan Nomor 017/Flower Aceh/Direktur Eksekutif/V/2026 tertanggal 19 Mei 2026, forum itu membahas penanganan bencana, kesiapsiagaan keluarga dan kelompok rentan, serta penyusunan rencana advokasi dalam mengawal implementasi R3P pascabencana.
Diskusi juga difokuskan pada penguatan ketangguhan perempuan lanjut usia, kelompok rentan, dan keluarga penyintas banjir melalui pendekatan berbasis komunitas.
Kegiatan itu diikuti sejumlah organisasi sipil dan komunitas dampingan yang selama ini terlibat dalam proses rehabilitasi dan pemulihan masyarakat terdampak banjir di Aceh.
Panitia pelaksana menyebutkan, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konkret bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam memperkuat kebijakan pemulihan pascabencana yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antar organisasi masyarakat sipil dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana di masa mendatang, khususnya bagi kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak.[]





