Kasus Lumpuhnya Layanan Telkomsel ketika Listrik Mati jangan Terus Terulang

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Kasus lumpuhnya layanan data dan komunikasi selular—khususnya yang dilayani Telkomsel—setiap kali terjadi mati listrik di Aceh diharapkan menjadi perhatian serius dari operator telekomunikasi tersebut.

Seperti dikeluhkan masyarakat, lumpuhnya layanan data dan komunikasi selular terjadi berulang setiap kali listrik PLN blackout.

Kondisi sangat memprihatinkan dialami masyarakat ketika bencana banjir bandang dan longsor pada November 2025.

“Waktu itu masyarakat bukan hanya menderita akibat mati listrik tetapi juga putus komunikasi karena jaringan selular juga ikut-ikutan padam. Harusnya perusahaan sebesar Telkomsel punya proteksi yang handal menghadapi bencana,” kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Nasir Nurdin.

Kasus lumpuhnya jaringan data dan komunikasi selular terus berlanjut ketika layanan listrik PLN kembali bermasalah, baik akibat cuaca buruk maupun gangguan sistem transmisi pada pekan-pekan terakhir.

“Masyarakat secara berulang menghadapi penderitaan ganda, sudah gelap akibat listrik padam, komunikasi juga putus,“ kata Nasir Nurdin.

Menurut Nasir, ketika layanan komunikasi lumpuh di saat listrik padam, muncul pertanyaan kritis dari masyarakat apakah operator selular—khususnya Telkomsel—tak mampu menyediakan backup daya untuk menghadapi kondisi darurat.

“Harusnya sabagai perusahaan besar yang melayani kebutuhan komunikasi masyarakat, Telkomsel jangan hanya tergantung pada PLN, harus ada internal backup agar pelanggan tetap terlayani ketika listrik bermasalah. Artinya, Telkomsel jangan hanya mengejar untung semata,” demikian Ketua PWI Aceh.[]