Delapan Bulan Berlalu, Warga Selemak, Masih Bertahan di Tengah Keterbatasan
PORTALNUSA.com | ACEH UTARA – Delapan bulan setelah bencana alam melanda kawasan pedalaman Aceh Utara, warga penyintas di Dusun Selemak, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, masih menghadapi kondisi sulit. Pemulihan infrastruktur dasar dan ekonomi masyarakat dinilai belum berjalan sesuai dan jauh dari kata maksimal, warga berharap adanya percepatan pembangunan hunian tetap serta dukungan pemulihan kehidupan mereka.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Yayasan Ketangguhan Komunitas Aceh Indonesia (AICRF) yang kembali melakukan peninjauan ke lokasi pada Selasa, 23 Juni 2026 lalu. Sekretaris AICRF, Dewi Phoennadiyani, menyebut kondisi masyarakat di wilayah itu masih membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari berbagai pihak dan tentunya pemerintah harus dapat melihat kondisi tersebut secara nyata.
Menurut Dewi, sejak kunjungan awal AICRF pada Februari 2026 hingga saat ini, kebutuhan dasar warga penyintas masih belum sepenuhnya bisa tertangani seperti yang selama ini terdengar di berbagai informasi media.
“Kondisinya masih memprihatinkan. Pemulihan tidak hanya membutuhkan bantuan darurat, namun juga langkah nyata dan kebijakan berkelanjutan agar masyarakat bisa kembali hidup normal,” ungkap Dewi.
Ia mengatakan AICRF sebelumnya telah melakukan pendampingan terhadap warga terdampak melalui kegiatan psikososial dan dukungan komunitas guna membantu pemulihan mental anak-anak serta keluarga penyintas bencana tersebut.
Namun, menurutnya, bantuan sementara harus diikuti dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang lebih menyeluruh, terutama terkait tempat tinggal dan mata pencaharian masyarakat.
Warga Pilih Bertahan karena Faktor Ekonomi
Warga Dusun Selemak mengaku masih mengalami kesulitan untuk kembali menjalani kehidupan seperti sebelum bencana. Salah satu persoalan utama adalah kebutuhan hunian tetap (huntap) serta akses mencari penghasilan untuk bisa mendapatkan kebutuhan keluarga serta ekonomi dengan kata lain sumber mata pencaharian mereka saat ini masih belum menentu.
Meski pemerintah telah menyediakan hunian sementara (huntara), sebagian warga memilih belum menempatinya dikarenakan lokasi yang berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat tinggal awal. Jarak tersebut dinilai menyulitkan warga yang masih bergantung pada lahan dan sumber mata pencaharian di sekitar lokasi lama.
Akibat kondisi tersebut, sebagian warga masih bertahan di tempat tinggal darurat dengan kondisi yang terbatas.
Pemuda setempat Desak Pemerintah Percepat Pemulihan
Perwakilan pemuda Dusun Selemak, Usman Aman Rifki, Senin, 29 Juni 2026, mengatakan kondisi masyarakat hingga kini belum sepenuhnya pulih dari dampak bencana.
“Kalau melihat kondisi sekarang, pemulihan di Dusun Selemak belum sampai 70 persen. Banyak hal yang masih perlu dibenahi agar masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan normal,” ujar Usman.
Ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat mempercepat penanganan, terutama pembangunan hunian tetap, pemulihan ekonomi, serta perbaikan fasilitas dasar masyarakat.
“Kami berharap pemerintah lebih sigap melihat kondisi warga terdampak. Masyarakat ingin kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan seperti sebelumnya,” katanya.
Sementara itu, AICRF mendorong adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga kemanusiaan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh Utara dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. []









