Perjuangan Bupati Aceh Timur Berbuah Rp46,7 Miliar untuk Dua Rumah Sakit
PORTALNUSA.COM | LANGSA – Upaya Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mencari dukungan pemerintah pusat untuk pemulihkan layanan kesehatan pascabencana mulai membuahkan hasil.
Kementerian Kesehatan RI disebut telah mengalokasikan dukungan senilai total Rp46,7 miliar untuk dua rumah sakit di Aceh Timur, yakni RSUD dr. Zubir Mahmud dan RSUD Sultan Abdul Aziz Syah (SAAS) Peureulak.
Dukungan tersebut terdiri dari Rp32,7 miliar untuk pengadaan alat kesehatan RSUD dr. Zubir Mahmud melalui program dukungan layanan KJSU-KIA yang akan disalurkan pada 2026 dan 2027.
Baca:HUT RI ke-81, Bupati Aceh Timur Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Daerah
Sementara RSUD Sultan Abdul Aziz Syah di Peureulak memperoleh alokasi hibah sebesar Rp14 miliar.
Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan, dukungan tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan serangkaian komunikasi intens dan audiensi dengan pemerintah pusat.
“Memang prosesnya panjang dan melelahkan. Tapi apa pun akan kita lakukan demi masyarakat Aceh Timur,” kata Iskandar kepada Portalnusa.com, Kamis, 20 Agustus 2026.
Terbaru, Iskandar dan jajaran melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dante Saksono Harbuwono di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Kamis.
Pertemuan turut dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Kesehatan, termasuk Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Azhar Jaya serta sejumlah pejabat dari direktorat yang menangani fasilitas pelayanan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, kesehatan primer dan komunitas, imunisasi serta perencanaan dan anggaran.
Dalam audiensi, Bupati memaparkan kondisi fasilitas kesehatan di Aceh Timur yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Pemkab Aceh Timur juga menyerahkan proposal yang memuat rekapitulasi kebutuhan pemulihan fasilitas pelayanan kesehatan pascabencana kepada Kemenkes.
Menurut Iskandar, dukungan anggaran tersebut diarahkan untuk memulihkan fasilitas dan memperkuat kapasitas pelayanan rumah sakit.
“Usulan anggaran yang kami sampaikan ini untuk memulihkan fasilitas pelayanan kesehatan pascabencana, guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Alhamdulillah, anggarannya sudah dialokasikan,” ujarnya.
Bukan Sekadar Anggaran
Alokasi Rp46,7 miliar tersebut menjadi penting bagi Aceh Timur karena dua rumah sakit itu merupakan bagian dari infrastruktur utama pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Bagi pemerintah daerah, tantangannya kini bukan lagi sekadar mendapatkan dukungan anggaran, tetapi memastikan dana dan bantuan peralatan tersebut benar-benar berujung pada perbaikan layanan.
Terlebih, sebagian dukungan untuk RSUD dr. Zubir Mahmud akan disalurkan dalam dua tahun anggaran. Artinya, pemerintah daerah perlu memastikan proses pengadaan, distribusi, hingga pemanfaatan alat kesehatan berjalan sesuai kebutuhan rumah sakit.
Di sisi lain, hibah Rp14 miliar untuk RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak diharapkan dapat mempercepat pemulihan fasilitas yang terdampak bencana.
Dengan dukungan tersebut, pekerjaan berikutnya berada di tingkat daerah: memastikan bantuan pemerintah pusat tidak berhenti sebagai angka dalam dokumen anggaran, tetapi terlihat di ruang pelayanan, tersedia bagi tenaga medis, dan pada akhirnya dirasakan langsung oleh pasien.
Bagi masyarakat Aceh Timur, ukuran keberhasilan perjuangan mendapatkan Rp46,7 miliar itu pada akhirnya sederhana: apakah rumah sakit menjadi lebih siap, pelayanan semakin baik, dan warga tidak lagi harus mencari layanan kesehatan ke daerah lain. []










