Belum Sebulan Dapat Penghargaan Hari Damai Aceh, Kini Azanuddin Raih Award “Gebrakan Sang Pemimpin”
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Belum sebulan menerima penghargaan dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh XXI di Balai Meuseuraya Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026, kini Plt Kadistanbun Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, IPU ASEAN Eng kembali menerima anugerah lain di panggung berbeda.
Baca: Azanuddin Diganjar Penghargaan Hari Damai Aceh dari Gubernur, Mengapa?
Anugerah terbaru dinobatkan untuk Azanuddin pada acara Serambi Award yang mengusung tema “Gebrakan Sang Pemimpin”.
Perhelatan Serambi Award digelar Sabtu malam, 29 Agustus 2026 di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh.
Kegiatan Serambi Award menjadi panggung apresiasi bagi para tokoh dan lembaga yang dinilai memberikan dedikasi, terobosan, serta kontribusi bagi pembangunan dan kehidupan sosial kemasyarakatan di Aceh.
Azanuddin Kurnia dianggap memiliki kontribusi penting dalam melakukan pemulihan sawah pasca bencana baik pada kategori sawah rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat.
Rusak ringan dan rusak sedang ditangani langsung pada tahun ini dan diharapkan akhir tahun bisa selesai semua sekitar 40.852 hektare.
Azanuddin Kurnia menyatakan bersyukur atas penghargaan bertema “Gebrakan Sang Pemimpin” dari Serambi Indonesia.
Secara khusus dia mengucapkan terima kasih kepada Gubernur, Wagub, Sekda, staf Distanbun, Kementan, jajaran Kabupaten/kota, para petani, pekebun serta seluruh pihak yang selama ini sudah berkolaborasi untuk kemajuan sektor pertanian dan perkebunan.
“Terima kasih juga untuk Serambi Indonesia yang telah memberikan penghargaan “Gebrakan Sang Pemimpin” kepada saya. Sungguh saya tak menyangka akan mendapatkan anugerah ini,” ujar Azanuddin yang ditemui usai menerima Serambi Award.
Seperti diketahui, Azanuddin Kurnia sering memberikan masukan untuk proses penangan sawah rusak berat melalui empat skema atau strategi.
Pertama, memanfaatkan lumpur di sawah sebagai bahan galian C untuk berbagai proyek pemerintah ataupun lainnya.
Kedua, dengan menanam tanaman muda yang sesuai dengan kondisi lahan, seperti bawang merah, cabai merah, jagung, ubi kayu, sayuran ataupun tanaman lain yang disukai oleh petani atau masyarakat. Hal ini sudah dilakukan oleh masyarakat seperti di Pidie Jaya, Aceh Tamiang dan lainnya. Tetapi konsep ini hanya bersifat sementara sambil menunggu sawah direhab untuk kembali kepada kondisi semula.
Ketiga, menjadikan material lumpur sebagai bahan baku untuk bata ringan atau bata merah. Kolaborasi yang selama ini dengan Forum Zakat, BRIN, Nurul Hayat dan USK perlu terus ditingkatkan dalam bentuk yang lebih luas.
Keempat, melakukan rehab sawah rusak berat untuk mengembalikan seperti sawah sebelum bencana.
Pemred Hr. Serambi Indonesia, Zainal Arifin M. Nur mengatakan apresiasi ini bukan sekadar penghargaan simbolis, melainkan pengakuan atas ketangguhan Aceh dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir tahun lalu, serta dalam menata kembali kehidupan masyarakat di tengah tantangan ekonomi dan politik dunia yang penuh gejolak.
Penghargaan lainnya
Pada waktu yang sama Pemerintah Aceh juga menerima penghargaan dari Serambi Indonesia, yaitu kategori “Kolaborator Strategis dalam Penanganan Bencana di Aceh” diterima oleh Plt Sekda Aceh, Taufik, S.T., M.Si mewakili Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.
Sementara khusus untuk Gubernur Muzakir Manaf diberikan anugerah dengan kategori “Pemimpin untuk Aceh Bangkit”.
Ada juga pemberian penghargaan untuk Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir berupa award dengan kategori “Srikandi Pemulihan Aceh”.
Sejumlah pejabat lain juga menerima penghargaan pada ajang tersebut, seperti Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA; Ketua DPRA, Zulfadhli, Kajati Aceh, Teuku Rahmatsyah; Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, para bupati/wali kota, tokoh maupun pemimpin lembaga.
Plt Sekda Aceh, Taufik saat membacakan sambutan Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh memberikan apresiasi kepada Serambi Indonesia atas penyelenggaraan Serambi Award 2026.
Sambutan gubernur
Gubernur Aceh diwakili Plt Sekda menilai momentum pemberian award tersebut menjadi ruang untuk melihat kembali berbagai kerja dan pengabdian, sekaligus memberikan penghargaan kepada mereka yang telah memberikan arti bagi masyarakat.
Sambutan juga disampaikan Dirjen Bina Adwil Kemendagri yang mengapresiasi penyelenggaraan Serambi Awards 2026.
Ia menilai media memiliki posisi penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, terutama ketika daerah sedang menghadapi situasi bencana.
Menurutnya, penghargaan tersebut tidak semata-mata menjadi bentuk pengakuan terhadap individu, tetapi juga dapat menjadi momentum memperkuat semangat kolaborasi dalam menghadirkan perubahan yang berdampak bagi masyarakat.[]










