KKP Salurkan 2,56 Juta Benur Udang Vaname untuk Pulihkan Tambak Pidie

BPBAP Ujung Batee, Aceh Besar menyerahkan benur udang vaname kepada puluhan petani tambak di Gampong Baroh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Kamis, 27 Agustus 2026. (Foto Idris Ismail/Portalnusa.com/Kolase Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | PIDIE – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menyalurkan 2.563.000 benur udang vaname kepada pembudidaya tambak di Kabupaten Pidie, Aceh, sebagai bagian dari upaya pemulihan sektor perikanan pascabencana hidrometeorologi.

Bantuan melalui Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujong Batee, Aceh Besar, itu disalurkan pada Kamis, 27 Agustus 2026 dan diperuntukkan bagi pembudidaya yang tersebar di lima kecamatan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie, Azhari, S.Pi., mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat menghidupkan kembali aktivitas budidaya sekaligus membantu pemulihan ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari tambak.

“KKP RI menyalurkan sebanyak 2.563.000 benur udang vaname yang didistribusikan kepada kelompok petani tambak di lima kecamatan,” kata Azhari kepada Portalnusa.com.

Benur tersebut antara lain disalurkan di Gampong Kulee, Kecamatan Muara Tiga sebanyak 630.000 ekor; Gampong Bintang Hu, Kecamatan Batee 64.750 ekor; Gampong Baroh, Kecamatan Pidie 54.600 ekor; Gampong Mantak, Kecamatan Simpang Tiga 33.350 ekor; serta Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli sebanyak 407.000 ekor.

Azhari mengatakan bantuan benur di Pidie merupakan bagian dari program KKP untuk mendukung pemulihan sektor perikanan dan ekonomi masyarakat Aceh setelah bencana banjir.

Menurut dia, penguatan kembali usaha budidaya menjadi penting karena sektor tersebut memiliki peran terhadap perekonomian masyarakat pesisir.

“Potensi dan keuletan masyarakat, khususnya pembudidaya, menjadi modal utama untuk meningkatkan produksi sektor kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan benur, tetapi juga mendorong pendampingan kepada pembudidaya agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Program tersebut diharapkan turut memperkuat pengembangan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis potensi dan kearifan lokal masyarakat. []