Dek Gam Fasilitasi Pertemuan Waled Nu dan Dasco, Bahas Sejumlah Persoalan Aceh
PORTALNUSA.com | JAKARTA — Wakil Ketua DPR) RI, Sufmi Dasco Ahmad, menerima kunjungan ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Nuruzzahri Yahya atau yang akrab disapa Waled Nu, Kamis, 3 September 2026 di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Waled Nu yang baru terpilih sebagai salah satu dari sembilan anggota Ahlul Halli Wal ‘Aqdi (AHWA) pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, hadir bersama Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. H. Faisal Ali atau Abu Faisal.
Pertemuan tersebut difasilitasi oleh anggota DPR RI asal Aceh, Nazaruddin Dek Gam, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.
Dek Gam mengatakan pertemuan berlangsung dalam suasana baik dan penuh keterbukaan. Ia menegaskan dirinya hanya memfasilitasi pertemuan antara para ulama Aceh dengan pimpinan DPR RI.
“Saya hanya memfasilitasi pertemuan itu. Alhamdulillah pertemuan berjalan dengan lancar,” kata Dek Gam.
Menurut Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Aceh itu, sejumlah persoalan Aceh disampaikan para ulama kepada Dasco.
Aspirasi yang dibahas tidak hanya berkaitan dengan persoalan keagamaan dan sosial kemasyarakatan, tetapi juga menyangkut pembangunan serta kepentingan masyarakat Aceh yang membutuhkan perhatian pemerintah pusat.
Sebagai wakil rakyat asal Aceh, Dek Gam menyatakan dirinya akan mengawal aspirasi tersebut agar dapat ditindaklanjuti melalui kewenangan lembaga legislatif.
“Saya sebagai wakil rakyat tentu akan mengawal aspirasi yang disampaikan oleh tokoh ulama Aceh,” ujar Anggota Komisi III DPR RI itu.
Ia menilai komunikasi langsung antara tokoh Aceh dan pimpinan DPR RI penting untuk memastikan berbagai persoalan daerah dapat dipahami secara utuh, termasuk dari perspektif masyarakat dan ulama.
“Pertemuan hari ini menjadi pintu masuk untuk mendorong penyelesaian berbagai persoalan Aceh melalui kewenangan pemerintah pusat dan DPR RI,” harap Dek Gam.
Sementara itu, Sufmi Dasco Ahmad menyebut Aceh memiliki sejarah panjang dalam perjalanan perjuangan bangsa Indonesia.
Menurutnya, mendengarkan langsung aspirasi para ulama Aceh merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan daerah tersebut.
“Aceh punya sejarah panjang perjuangan, dan mendengarkan langsung para ulamanya adalah bentuk penghormatan pada sejarah itu,” ujar Dasco.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis Aceh turut dibahas, di antaranya mengenai Pendapatan Asli Daerah (PAD), persoalan pertanahan, serta berbagai isu pembangunan yang membutuhkan perhatian dan dukungan kebijakan di tingkat nasional.
Dasco mengatakan aspirasi yang disampaikan para ulama akan menjadi bahan masukan bagi DPR RI untuk selanjutnya dikoordinasikan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
“Aspirasi ini menjadi masukan penting bagi kami di DPR RI, dan akan kami koordinasikan sesuai kewenangan yang ada,” tegas Dasco.
Dalam pertemuan itu, Dasco turut didampingi Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Rano Alfath, serta Pimpinan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Endipat Wijaya. []











