Gandeng BMKG Aceh, DKP Pijay Bekali 102 Nelayan Manfaatkan Informasi Cuaca Lewat SLCN
PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pidie Jaya membekali 102 nelayan dengan pengetahuan dan keterampilan memanfaatkan informasi cuaca melalui program Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN).
Kegiatan yang menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh tersebut dipusatkan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pidie Jaya, Sabtu, 5 September 2026.
Kepala DKP Pidie Jaya, Fajri, SPi, MSi, mengatakan kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Anang Heriyanto, MSi, selaku Koordinator Lapangan SLCN Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN).
“Kegiatan ini bertujuan membekali para nelayan dengan informasi dan pengetahuan mengenai kondisi cuaca sehingga dapat meminimalkan risiko kecelakaan di laut akibat cuaca buruk,” kata Fajri kepada Portalnusa.com, Minggu, 6 September 2026.
Menurutnya, melalui SLCN para nelayan diajarkan cara membaca informasi meteorologi maritim, mengenali berbagai peralatan pendukung, serta mengakses informasi kondisi cuaca yang dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum dan saat melakukan aktivitas melaut.
Fajri menyebut pemanfaatan teknologi dalam SLCN juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan nelayan dalam mengakses informasi cuaca secara mandiri.
“Para nelayan nantinya diharapkan mampu menguasai aplikasi InfoBMKG dan sistem INA-WIS. Jadi, manfaatnya bukan hanya untuk meningkatkan keselamatan saat melaut, tetapi juga membantu nelayan menentukan area tangkapan secara lebih efektif,” ujarnya.
Dengan informasi cuaca dan kondisi laut yang lebih akurat, kata Fajri, nelayan dapat menyusun strategi melaut dengan lebih baik sehingga aktivitas penangkapan ikan menjadi lebih efisien dan berpotensi meningkatkan hasil tangkapan.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh 102 peserta SLCN tidak berhenti pada peserta kegiatan, tetapi turut dibagikan kepada nelayan lainnya yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) di masing-masing kecamatan.
“Saya berharap ilmu yang diperoleh melalui SLCN ini dapat dibagikan kepada sesama rekan nelayan, termasuk kelompok usaha bersama lainnya di wilayah masing-masing kecamatan,” kata Fajri. []











