Dari Sigli ke Pedalaman Karo, Infak Jamaah Jadi Motor Penggerak Dakwah
PORTALNUSA.com | PIDIE – Jamaah Masjid Mufid Syauqan Sigli, Kabupaten Pidie, menyerahkan satu unit sepeda motor sebagai kendaraan operasional dakwah kepada tim Dakwah Muslim Payung, Tanah Karo, Sumatera Utara.
Kendaraan jenis Yamaha Jupiter MX bekas tersebut diserahkan kepada Ustaz Danu Miharja, anggota tim Dakwah Muslim Payung Tanah Karo, dalam kegiatan berlangsung di Masjid Mufid Syauqan, Rabu, 2 September 2026.
Bantuan itu dibeli dengan dana infak yang telah di himpun dari ratusan jamaah selama dua pekan terakhir. Dari penggalangan ini terkumpul sekitar Rp10 juta.
Ketua Majelis Pengajian Masjid Mufid Syauqan, dr. H. Muslim, Sp.THT-KL, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian jamaah terhadap kegiatan dakwah di wilayah pedalaman Tanah Karo tersebut.
“Penyerahan kendaraan operasional ini semata-mata untuk mengharapkan ridha Allah SWT dan memperkuat syiar Islam di tiga desa pelosok Tanah Karo,” kata Muslim kepada Portalnusa.com.
Menurutnya, kendaraan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilisasi tim dakwah yang harus menjangkau wilayah perbukitan dan daerah pedalaman. Dengan akses transportasi yang lebih baik, kegiatan pembinaan dan penyampaian materi keagamaan diharapkan dapat berlangsung lebih efektif.
Sementara itu, Ustaz Danu Miharja mengatakan kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan dakwah, khususnya pembinaan tauhid dan pemahaman dasar hukum agama bagi masyarakat di tiga desa.
Ketiga wilayah itu yakni Desa Negeri, Kecamatan Munte, Desa Suka Nalu, Kecamatan Barusjahe, dan Desa Geruki, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo.
Danu mengatakan kegiatan dakwah di kawasan pedalaman Karo telah berlangsung sekitar lima tahun. Tim selama ini membina sekitar 470 kepala keluarga, yang tersebar di Desa Negeri sebanyak 20 KK, Suka Nalu 150 KK dan Geruki sekitar 300 KK.
“Program ini terus berjalan untuk memperkuat tauhid dan pembinaan keagamaan masyarakat di Tanah Karo,” ujarnya.
Ia menambahkan, medan dakwah di wilayah itu menjadi salah satu tantangan utama karena sebagian lokasi berada di kawasan perbukitan dan memiliki akses yang terbatas.
Danu menyebut dukungan kendaraan operasional menjadi penting untuk memperluas jangkauan pembinaan masyarakat. Selama ini, kegiatan dakwah juga didukung melalui donasi dari berbagai pihak, termasuk sejumlah majelis pengajian di Aceh.
Menurutnya, program dakwah tersebut pernah mengalami penghentian, namun kembali dilanjutkan dengan dukungan donasi dari berbagai pihak.
Bantuan kendaraan dari jamaah Masjid Mufid Syauqan, kata Danu, menjadi salah satu bentuk dukungan yang diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan kegiatan dakwah di pedalaman Kabupaten Karo. []











