Dosen STIT Al-Hilal Sigli Presentasikan Hadih Maja di Kuala Lumpur
PORTALNUSA.com | PIDIE – Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Hilal Sigli, Dr. Nanda Saputra, M.Pd., mempresentasikan kearifan lokal Aceh melalui Hadih Maja dalam 18th International Conference on Humanities and Social Sciences (ICHiSS) 2026 di Concorde Hotel Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa, 15 September 2026.
Konferensi tersebut diselenggarakan Universiti Pertahanan Nasional Malaysia (UPNM) bekerja sama dengan Faculty of Liberal Arts, Prince of Songkla University (PSU).
Dalam forum internasional itu, Nanda mempresentasikan makalah berjudul “Local Wisdom for Global Sustainability: Ecological Values of Acehnese Hadih Maja from an Ecocritical Perspective.”
Menurut Nanda, makalah tersebut membahas nilai-nilai ekologis yang terkandung dalam Hadih Maja Aceh serta relevansinya dengan upaya mewujudkan keberlanjutan lingkungan di tingkat global.
“Hadih Maja tidak hanya mengandung pesan budaya dan kehidupan sosial, tetapi juga memuat nilai penting mengenai hubungan manusia dengan alam,” kata Nanda kepada PortalNusa.com.
ICHiSS 2026 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai negara dengan latar belakang akademik, mulai dari dosen, peneliti, mahasiswa, praktisi hingga pemerhati bidang humaniora dan ilmu sosial.
Konferensi dibuka secara resmi oleh Rektor UPNM, Leftenan Jeneral Datuk Arman Rumaizi Hj Ahmad. Sementara sesi presentasi paralel dibagi ke dalam 10 ruangan, dengan masing-masing ruangan diisi sekitar 20 presenter.
Nanda menjelaskan, kajiannya menggunakan perspektif ekokritik untuk melihat bagaimana masyarakat Aceh memandang, memperlakukan, dan menjaga lingkungan sebagaimana tercermin dalam ungkapan tradisional Hadih Maja.
“Keikutsertaan dalam konferensi ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kearifan lokal Aceh kepada masyarakat akademik dunia,” ujarnya.
Ia menambahkan, kearifan lokal Aceh memiliki potensi untuk berkontribusi terhadap pendidikan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, kekayaan budaya tersebut perlu terus diteliti, didokumentasikan, dan dipublikasikan.
“Partisipasi dalam konferensi ini diharapkan dapat memperkuat posisi kearifan lokal Aceh dalam diskursus akademik internasional,” katanya.
Keikutsertaan STIT Al-Hilal Sigli dalam ICHiSS 2026 juga menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah.
“Selain membawa nama STIT Al-Hilal Sigli, kehadiran kami dalam forum tersebut turut memperkenalkan khazanah budaya Aceh kepada akademisi dari berbagai negara,” ungkapnya. []











