Bank Aceh Catat Pertumbuhan Kinerja Positif hingga Kuartal III 2026

Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, menyampaikan, Bank Aceh mencatat pertumbuhan kinerja positif hingga kuartal III 2026. (Foto: Dok. Bank Aceh Syariah/Kolase: PORTALNUSA.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – PT Bank Aceh Syariah mencatat pertumbuhan kinerja positif hingga kuartal III 2026. Hingga September, pertumbuhan terlihat pada Dana Pihak Ketiga (DPK), pembiayaan, total aset, dan laba perseroan.

Kinerja tersebut dicapai di tengah upaya Bank Aceh menjaga layanan perbankan bagi masyarakat, termasuk nasabah yang terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah Aceh.

Hingga September 2026, DPK Bank Aceh mencapai Rp27,58 triliun, naik 4,73 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp26,34 triliun.

Baca: Bank Aceh Sosialisasikan Internet Banking Corporate kepada Satuan Pendidikan di Bireuen

Pertumbuhan DPK terutama ditopang kenaikan dana giro dan tabungan. Dana giro mencapai Rp10 triliun, tumbuh 71,40 persen YoY, sedangkan tabungan mencapai Rp11,97 triliun, meningkat 13,27 persen.

Dari sisi pembiayaan, Bank Aceh menyalurkan Rp21,99 triliun hingga September 2026. Angka tersebut meningkat 6,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp20,59 triliun.

Sementara itu, total aset Bank Aceh mencapai Rp32,35 triliun, tumbuh 4,27 persen dari Rp31,03 triliun pada September 2025.

Adapun laba yang dibukukan perseroan mencapai Rp373,62 miliar, meningkat 1,38 persen dibandingkan September tahun sebelumnya sebesar Rp368,53 miliar.

Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat fundamental bisnis secara berkelanjutan.

“Capaian hingga September 2026 menunjukkan bahwa Bank Aceh terus menjaga pertumbuhan bisnis secara positif. Pertumbuhan DPK, pembiayaan, aset, dan laba menjadi bagian penting dalam memperkuat fundamental perseroan,” ungkapnya.

Perkuat Layanan bagi Nasabah Terdampak Bencana

Di tengah kondisi bencana banjir di sejumlah wilayah Aceh, Bank Aceh juga mengambil sejumlah langkah untuk menjaga keberlangsungan layanan perbankan.

Salah satunya melalui restrukturisasi pembiayaan bagi nasabah terdampak bencana. Kebijakan tersebut langsung ditujukan guna memberi ruang bagi nasabah dalam memenuhi kewajibannya sekaligus membantu menjaga keberlangsungan usaha dan aktivitas ekonomi ditengah masyarakat.

Bank Aceh juga melakukan penanganan dan pemulihan layanan dengan mempertimbangkan kebutuhan nasabah serta keberlangsungan operasional perbankan.

Fadhil mengatakan perseroan akan terus memperkuat strategi bisnis melalui peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, optimalisasi sumber daya, serta pengembangan layanan digital.

“Transformasi layanan, penguatan digitalisasi, serta peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian dari upaya kami untuk memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian Aceh,” katanya.

Bersiap Perkuat Layanan Transaksi Internasional

Selain mempertahankan pertumbuhan bisnis, Bank Aceh juga mempercepat persiapan untuk memperkuat layanan transaksi valuta asing dan kapasitas sebagai bank devisa.

Persiapan tersebut dilakukan melalui penguatan proses bisnis, sumber daya manusia, infrastruktur, sistem, tata kelola, serta pemenuhan berbagai ketentuan yang diperlukan.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas pilihan layanan bagi masyarakat dan pelaku usaha, terutama untuk kebutuhan perdagangan dan aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan transaksi internasional.

Raih Sejumlah Penghargaan

Di tengah capaian tersebut, Bank Aceh juga menerima sejumlah penghargaan sepanjang 2026.

Pada 19 Juli 2026, Bank Aceh meraih Pemred Award 2026 kategori Corporate Leadership – The Best Communication bidang Komunikasi dan Informasi.

Kemudian pada 28 Agustus 2026, Bank Aceh menerima KEJAR Award 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat sebagai Bank Implementasi KEJAR Terbaik BPD Wilayah Sumatera. Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen Bank Aceh dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar.

Sehari setelahnya, pada 29 Agustus 2026, Bank Aceh menerima Serambi Award 2026 – Gebrakan Sang Pemimpin kategori Garda Terdepan Pemulihan Layanan Keuangan Saat Bencana.

Sementara itu, Fadhil Ilyas juga menerima SMSI Aceh Award 2026 kategori Tokoh Penggerak Ekonomi Daerah melalui Sektor UMKM dan Industri Kreatif pada 5 September 2026.

Rangkaian penghargaan tersebut menjadi bagian dari capaian Bank Aceh dalam menjalankan fungsi pelayanan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Ke depan, Bank Aceh menyatakan akan melanjutkan penguatan bisnis dengan tetap menjaga pertumbuhan yang sehat, meningkatkan kualitas layanan, memperluas digitalisasi, serta memperkuat perannya dalam mendukung perekonomian Aceh. []