Listrik Memadai Jadi Kunci Investasi dan Penguatan Ekonomi Sabang
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Pemerintah Kota Sabang terus mendorong penguatan pasokan listrik guna mendukung investasi, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan tersebut.
Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam mengatakan keterbatasan pasokan listrik menjadi salah satu pertimbangan investor, terutama untuk pengembangan hotel dan akomodasi wisata.
“Untuk membangun hotel-hotel berkelas bintang, listrik menjadi salah satu pertimbangan. Tapi, begitu mendengar listrik di Sabang masih terbatas, mereka akhirnya mundur. Karena itu, harapan kami ke depan listrik di Sabang bisa lebih memadai,” kata Zulkifli di Banda Aceh, Kamis, 8 Oktober 2026.
Hal itu disampaikan Zulkifli saat mengikuti sinkronisasi usulan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) dan pembahasan penyiapan lahan serta perizinan Lisdes di Provinsi Aceh, di Kantor PT PLN (Persero) UID Aceh.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Listrik Perdesaan 2026-2029 yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.
Dalam pertemuan itu, Pemko Sabang menyatakan siap mendukung penyiapan lahan untuk pengembangan infrastruktur energi, termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
“Untuk di Sabang kami akan menyiapkan lahan yang dibutuhkan oleh ESDM untuk membangun listrik tenaga surya,” ujar Zulkifli.
Pengembangan PLTS dinilai relevan dengan kondisi Sabang sebagai wilayah kepulauan. Dalam paparan kegiatan disebut, potensi energi surya di Sabang mencapai sekitar 4,5 kWh/m² per hari. Namun, pengembangannya tetap membutuhkan kajian teknis dan ekonomi sesuai karakteristik masing-masing wilayah.
Selain energi surya, Zulkifli mendorong pemanfaatan potensi panas bumi Jaboi sebagai salah satu sumber energi alternatif untuk memperkuat pasokan listrik di Sabang.
“Kemudian perlu saya sampaikan bahwa di Sabang kita juga ada geotermal Jaboi. Ini juga barangkali bisa dimanfaatkan,” katanya.
Menurut Zulkifli, pasokan listrik yang lebih memadai tidak hanya penting bagi kebutuhan masyarakat, tetapi juga dapat membuka peluang pengembangan investasi dan pariwisata, termasuk di kawasan Pulau Rubiah.
Ia juga menilai ketersediaan listrik dapat mendukung aktivitas pelayaran di kawasan Selat Malaka, sehingga Sabang berpeluang menjadi salah satu lokasi persinggahan kapal.
Penguatan infrastruktur kelistrikan tersebut diharapkan berjalan bertahap dan berkelanjutan, dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. []












