BLK Simeulue Butuh Pembenahan Fasilitas dan Tambahan Instruktur
PORTALNUSA.COM | SIMEULUE β Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Simeulue terus berupaya meningkatkan kualitas pelatihan vokasi untuk mencetak tenaga kerja terampil dan siap bersaing di dunia kerja. Namun, keterbatasan fasilitas serta jumlah instruktur, menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian khusus oleh pemerintah.
Kepala UPTD BLK Simeulue, Rasmin, mengatakan pihaknya telah menyelenggarakan delapan paket pelatihan keterampilan yang mencakup tata busana atau menjahit, pengelasan, teknik pendingin atau perbaikan AC, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Secara keseluruhan, program tersebut telah mencakup 16 angkatan pelatihan. Peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Simeulue dan mendapatkan pembekalan teori serta praktik sesuai bidang kejuruan masing-masing.
Menurut Rasmin, keberadaan BLK memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja dan usaha mandiri.
Meski demikian, pengembangan BLK masih membutuhkan pembenahan sarana dan prasarana, terutama peralatan praktik yang lebih modern agar materi pelatihan sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha maupun industri.
Selain fasilitas, keterbatasan instruktur juga menjadi persoalan yang perlu segera ditangani. Idealnya, setiap bidang kejuruan didukung minimal dua instruktur agar proses pembelajaran, khususnya praktik teknis, dapat berjalan lebih efektif dan maksimal.
Saat ini, UPTD BLK Simeulue hanya memiliki empat instruktur tetap. Dua di antaranya menangani bidang pengelasan dan satu instruktur bidang teknik perbaikan AC, sementara sejumlah bidang kejuruan lainnya masih membutuhkan tenaga pengajar definitif.
Rasmin berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan dukungan melalui penambahan instruktur bersertifikasi serta penguatan anggaran untuk pembaruan fasilitas pelatihan.
βDengan dukungan fasilitas yang memadai dan instruktur yang cukup, kami optimistis BLK Simeulue dapat meningkatkan kualitas lulusan sehingga mampu melahirkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing,β ujar Rasmin.
Ia berharap pembenahan tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan pendidikan vokasi di Simeulue, sehingga BLK semakin berperan dalam menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar kerja. []













