Gandeng GEN A, MUQ Pidie Siapkan Duta Anti-bullying

Narasumber dari lembaga GEN A memberikan materi untuk 61 santri MUQ Pidie, Kamis, 30 April 2026. (Foto Idris Ismail/Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com I PIDIE JAYA – Guna membakali sosok duta santri  anti-bullying, Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pidie mengundang nara sumber dari Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN A) untuk menempa jiwa leadership 61 santri MUQ menjadi duta anti-bullying.

Kegiatan yang berlangsung di Aula MUQ Pidie, Kamis, 30 April 2026 merupakan rangkaian pelatihan dan Workshop Penguatan  Kapasitas Pengurus Forum Santri (Forsa) dan Kader Teman Konselor dan Sahabat Edukasi Remaja (TaKasi-SeRa).

Ketua Dayah MUQ Pidie, Ustaz Junaidi Ahmad, SAg, MH kepada Portalnusa.com, mengatakan, penguatan kapasitas Forsa bagi 61 santri MUQ lewat lembaga GEN A ini dimaksudkan sebagai upaya menumbuhkan semangat dan kemampuan memimpin organisasi pada nilai-nilai leadership dunia santri.

“Kali ini MUQ Pidie menempa kapasitas leadership terhadap penguatan kapasitas ilmu dan mental  bagi 61 santri menjadi duta anti-bullying serta  duta kebersihan di lingkungan dayah dalam internal MUQ,” kata Junaidi.

Dijelaskan Junaidi, pihak MUQ menghadirkan delapan narasumber dari lembaga GEN A, yaitu dr Imam Maulana, dr. Muhammad Fatih, Sitti Almatunira, SKom, Ns, Rifa’ Nadhifatusysyarfi, SKep, Mina Shafira, ST, Halina Rahmat Dewi, SKep, Najwa Miftahul Jannah, SKep, dan Dhoya Sahira, SKep.

Direktur Eksekutif GEN A, dr. Imam Maulana mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk melatih 61 peserta dari santri MUQ Pidie menjadi publik speaking terhadap dunia kesehatan serta ilmu terapan lainnya dalam mengantisipasi bullying melalui lembaga Forsa.

Disebutkan Imam Maulana pada workshop ini disajikan delapan materi yaitu public speaking dasar dan teknik komunikasi sebaya, pengenalan dayah sehat dan ramah anak serta pencegahan bullying.

Juga ada materi penulisan opini remaja, praktik menulis opini,  penyusunan sistem pelaporan dan satgas cegah bullying, penyusunan rencana aksi dan edukasi sebaya (microteaching).

“Workshop ini juga untuk membangun mental dan jiwa santri yang mandiri dalam penangananan problem sulving secara mandiri,” demikian Maulana.[]