Bangunan Gereja Disulap Jadi Meunasah, Simbol Kuat Persatuan Aceh di Negeri Orang

Diaspora Aceh di Amerika Serikat membeli bangunan eks gereja senilai 52.000 dolar AS untuk dijadikan meunasah (musala) di Pennsylvania, Amerika Serikat Rabu, 28 April 2026. (Foto: Tangkapan layar video Ig/@medsosaceh)

PORTALNUSA.com | HARRISBURG, AMERIKA SERIKAT – Masyarakat Aceh di perantauan akhirnya mewujudkan impian lama dengan membeli sebuah bangunan di Harrisburg, Amerika Serikat, untuk dijadikan Meunasah Aceh.

Bangunan yang sebelumnya merupakan gereja Methodist itu berlokasi di Steelton dan resmi dibeli pada 28 April 2026 dengan nilai sekitar USD 52.044. Tempat ini nantinya difungsikan sebagai pusat ibadah, kegiatan sosial, serta ruang silaturahmi bagi warga Aceh dan komunitas muslim di kawasan tersebut.

Menurut Zulfikar Ben, keberhasilan ini merupakan hasil kebersamaan diaspora Aceh dan kekompakan yang telah lama bermukim di berbagai wilayah di Amerika.

Ia menyebut, rencana pembangunan meunasah tersebut telah menjadi cita-cita selama lebih dari dua dekade atau 20 tahun lalu.

Dukungan juga datang dari sejumlah tokoh diaspora, termasuk Teuku Malik bersama istrinya Tiwi Wijaya yang berperan dalam proses pembelian bangunan tersebut.

Keberadaan meunasah ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, serta penguatan identitas budaya Aceh di tengah kehidupan masyarakat multikultural di Amerika Serikat.

Langkah ini dinilai sebagai simbol kuat solidaritas diaspora Aceh sekaligus bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan tetap terjaga meski berada jauh dari tanah kelahiran. []