Pijay Usul 3.056 Huntap ke Pusat, Lebih 20 Ribu Rumah Terdampak Banjir
PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya resmi mengusulkan pembangunan 3.056 unit Hunian Tetap (Huntap) kepada pemerintah pusat pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Usulan itu diputuskan dalam rapat evaluasi masa transisi pascabencana dipimpin Bupati Pidie Jaya bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait di Aula Cot Trieng II Kantor Bupati, Senin, 11 Mei 2026 malam.
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, didampingi Kepala BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, mengatakan hasil verifikasi terakhir mencatat sebanyak 20.293 unit rumah terdampak banjir di sejumlah kecamatan.
“Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi, kebutuhan hunian tetap yang kami usulkan ke pemerintah pusat sebanyak 3.056 unit,” ujar Sibral, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan, selama empat bulan masa tanggap dan transisi bencana, pemerintah daerah telah menyalurkan berbagai bantuan kepada korban, mulai dari bantuan rumah rusak tahap pertama kepada 282 kepala keluarga senilai Rp8,46 miliar hingga pembangunan 1.342 unit hunian sementara (huntara). Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.280 unit sudah ditempati warga terdampak.
Selain itu, pemerintah telah menyalurkan bantuan jaminan hidup, santunan ahli waris, bantuan korban luka berat, serta stimulan ekonomi melalui dukungan pemerintah pusat.
Sibral menegaskan, proses pemulihan pascabencana melibatkan lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat. Meski demikian, masih terdapat sejumlah persoalan krusial yang membutuhkan penanganan lanjutan.
“Kerusakan jaringan air bersih PDAM, sedimentasi sungai dan tanggul yang rawan jebol, serta material lumpur banjir yang belum tuntas dibersihkan menjadi perhatian utama saat ini,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap dukungan pemerintah pusat dapat segera direalisasikan agar proses rehabilitasi dan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak berjalan lebih cepat.[]




