Raih Kemenangan Telak, Prof. Nyak Amir Jadi Rektor UTU, Irwansyah Kantongi 14,29 Persen Suara
PORTALNUSA.com | MEULABOH – Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd. terpilih sebagai Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) periode 2026–2030 setelah meraih kemenangan telak dalam pemilihan rektor yang berlangsung di Ruang Rapat Senat UTU, Kamis, 25 Juni 2026.
Guru besar yang saat ini menjabat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UTU itu mengantongi 24 suara atau 85,71 persen dari total suara yang digunakan.
Sementara pesaingnya, Dr. Ir. Irwansyah, S.T., M.Eng., IPM., hanya memperoleh empat suara atau 14,29 persen, sedangkan Prof. Dr. Iskandar AS., S.Pd., M.App.Ling., tidak memperoleh suara.
Terpilihnya Nyak Amir itu menandai dimulainya babak baru kepemimpinan UTU dengan agenda besar transformasi kampus menuju universitas riset yang berdampak dan berdaya saing global.
Dalam pemaparan visi dan program kerjanya di hadapan Senat UTU, Nyak Amir mengusung visi “Transformasi Universitas Teuku Umar sebagai Universitas Riset Berdampak dan Sainteknopreneurship Berbasis Agroindustri dan Kemaritiman Berdaya Saing Global.”
Visi tersebut menempatkan UTU tidak hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga pusat pengembangan riset, inovasi, dan kewirausahaan berbasis sains dan teknologi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Untuk mewujudkan target tersebut, Nyak Amir menyiapkan sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan tata kelola universitas, peningkatan mutu pendidikan, pengembangan riset dan inovasi berdampak, transformasi digital, internasionalisasi kampus, hingga perluasan kemitraan strategis.
“Sebagai perguruan tinggi negeri yang berada di wilayah Barat Selatan Aceh, UTU diharapkan semakin berperan dalam mencetak sumber daya manusia unggul, memperkuat ekonomi daerah, serta menghasilkan inovasi yang mendukung pembangunan nasional,” kata Nyak Amir.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor UTU, Dr. T. Alamsyah, S.K.M., M.P.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemilihan.
“Proses pemilihan berjalan dengan baik. Seluruh tahapan berjalan secara tertib, demokratis, dan akuntabel sehingga menghasilkan proses yang kredibel serta mencerminkan kedewasaan institusi dalam menjalankan tata kelola perguruan tinggi,” ujarnya.[]








