BSI Aceh Raih Serambi Awards 2026, Bank Penggerak Tabungan Emas Menuju Baitullah
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh kembali mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah di Aceh.
BSI Aceh meraih penghargaan kategori “Bank Penggerak Tabungan Emas Menuju Baitullah” pada Malam Anugerah Serambi Awards 2026 yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh.
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi BSI dalam mendorong masyarakat memanfaatkan emas sebagai salah satu instrumen perencanaan keuangan untuk mempersiapkan kebutuhan ibadah haji secara bertahap dan sesuai prinsip syariah.
Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, mengatakan penghargaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi BSI untuk terus menghadirkan layanan keuangan syariah yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca:BSI Bawa Semangat Bangkit untuk Warga Huntara Lubuk Sidup Aceh Tamiang
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi kehormatan sekaligus amanah bagi kami. Ini juga menjadi motivasi bagi BSI untuk terus menghadirkan solusi keuangan syariah yang dapat membantu masyarakat mewujudkan berbagai tujuan finansial dan spiritual, termasuk mempersiapkan perjalanan ibadah menuju Baitullah,” ujar Imsak.
Menurutnya, emas dapat menjadi salah satu instrumen dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Dengan dilakukan secara konsisten sejak dini, masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan ibadah sesuai kemampuan masing-masing.
“Semangat yang ingin kami bangun adalah bagaimana masyarakat dapat memulai ikhtiar menuju Baitullah sejak sekarang. Dilakukan secara bertahap, konsisten, dan tetap dalam koridor prinsip syariah,” katanya.
Nasabah Emas Capai 126.876
BSI mengembangkan konsep Gold to Baitullah sebagai ekosistem layanan yang menghubungkan sejumlah produk dalam satu perencanaan finansial menuju ibadah haji.
Ekosistem tersebut mencakup BSI Emas Digital, BSI Cicil Emas, emas batangan, Tabungan Haji BSI, hingga layanan digital BYOND by BSI.
Imsak menjelaskan, konsep tersebut tidak sekadar mendorong masyarakat membeli emas, tetapi membangun kebiasaan merencanakan kebutuhan ibadah sejak dini.
“Gold to Baitullah bukan sekadar mengajak masyarakat membeli emas. Yang kami bangun adalah kebiasaan merencanakan perjalanan ibadah sejak dini melalui instrumen yang memiliki potensi menjaga nilai aset,” ujarnya.
Ia mengatakan masyarakat dapat memulai perencanaan melalui investasi emas, kemudian mengarahkannya pada persiapan tabungan haji dan kebutuhan perjalanan ibadah.
Program tersebut disebut mendapat respons positif di Aceh. Hingga Juli 2026, BSI Regional Aceh mencatat 126.876 nasabah emas dengan total kepemilikan mencapai 98 kilogram.
Jumlah tersebut disebut meningkat 129 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan itu menunjukkan meningkatnya minat masyarakat Aceh terhadap emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan sekaligus membuka ruang bagi pengembangan ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi dengan kebutuhan ibadah.
BSI Dorong Literasi Keuangan Syariah
Imsak menegaskan, pengembangan produk emas harus diiringi dengan peningkatan literasi masyarakat. Nasabah perlu memahami karakteristik, manfaat, serta risiko dari setiap instrumen keuangan sebelum mengambil keputusan.
Menurutnya, BSI tidak hanya ingin menyediakan produk keuangan syariah, tetapi juga menjadi bagian dari proses edukasi masyarakat dalam merencanakan kebutuhan finansial jangka panjang.
“Bagi BSI, perjalanan menuju Baitullah bukan hanya persoalan finansial, tetapi juga perjalanan spiritual. Karena itu, kami ingin terus hadir sebagai sahabat finansial, spiritual, dan sosial bagi masyarakat Aceh,” katanya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Aceh dan Serambi Indonesia atas penghargaan yang diberikan.
Menurut Imsak, apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi jajaran BSI Regional Aceh untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan inovasi keuangan syariah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Malam Anugerah Serambi Awards 2026 sendiri menjadi ajang apresiasi bagi berbagai pihak yang dinilai memberikan kontribusi terhadap kemajuan masyarakat dan pembangunan Aceh. []










