Ketua IDI Aceh Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Putus Rantai Penularan HIV

Ketua IDI Wilayah Aceh, Dr.dr. Muntadhar Muhammad Isa, SpBET, Sub Ped (K). (Foto: Ist/Kolase: PORTALNUSA.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh mendorong pemerintah dan berbagai unsur masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan serta penanganan HIV, mulai dari edukasi kesehatan, pemeriksaan dini hingga memastikan pasien memperoleh pengobatan secara berkelanjutan.

Ketua IDI Wilayah Aceh, Dr.dr. Muntadhar Muhammad Isa, SpBET, Sub Ped (K), mengatakan penanganan HIV tidak dapat dilakukan hanya oleh tenaga kesehatan. Namun kolaborasi Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, ulama, tokoh masyarakat dan keluarga, menurutnya, perlu terlibat dalam upaya tersebut.

“IDI Wilayah Aceh juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kerja sama dalam memutus rantai penularan HIV dan memastikan setiap pasien memperoleh pengobatan yang optimal, berkelanjutan, serta bermartabat,” kata Muntadhar.

Ia mengatakan pencegahan perlu diperkuat melalui penyampaian informasi kesehatan yang benar, pemeriksaan dini secara sukarela dan rahasia, serta pendampingan agar pasien tetap menjalani pengobatan.

Menurut Muntadhar, pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan obat, kemudahan akses terhadap layanan kesehatan, dan pemantauan terhadap keberhasilan terapi.

Dalam konteks Aceh, ia mengatakan pendidikan kesehatan perlu berjalan bersama penguatan nilai keimanan dan ketakwaan. Sekolah, perguruan tinggi, dayah dan keluarga dinilai memiliki peran dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga diri, menghindari perilaku berisiko dan membangun kepedulian terhadap sesama.

IDI Aceh juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap hak orang yang hidup dengan HIV. Menurut Muntadhar, pasien harus mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa stigma dan diskriminasi, sementara kerahasiaan status HIV tetap harus dijaga.

“Status HIV seseorang tidak boleh dijadikan ukuran keimanan atau dasar untuk menghakimi,” ujarnya.

Muntadhar mengatakan pendekatan yang terbaik adalah melibatkan berbagai unsur masyarakat agar pencegahan, pengobatan dan pendampingan HIV dapat berjalan secara berkelanjutan. []