PDSKKI Aceh Gelar Bakti Sosial di Pidie Jaya

PDSKKI Aceh bersama Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (PPDS KKLP) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) melakukan foto bersama pada kegiatan bakti sosial bagi masyarakat terdampak banjir di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu, 3 oktober 2026. (Foto: Dok PDSKKI Aceh/Kolase: PORTALNUSA.com)

PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Indonesia Cabang Aceh (PDSKKI Aceh) bersama Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (PPDS KKLP) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) menggelar bakti sosial bagi masyarakat terdampak banjir di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Dalam kegiatan yang dipusatkan di Polindes Meunasah Lhok tersebut bakti sosial dilakukan dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada 110 warga. Selain pelayanan di lokasi, tim juga melakukan kunjungan rumah atau home visit bagi warga yang mengalami keterbatasan mobilitas.

Tim saat melakukan Pelayanan kesehatan kepada warga. Selain pelayanan di lokasi, tim juga melakukan kunjungan rumah atau home visit bagi warga

Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat, konsultasi serta pengobatan gratis. Tim dokter juga menyediakan layanan akupunktur dan membagikan hygiene kit berupa sabun, sampo, pasta gigi, sikat gigi serta handuk.

Dari hasil pemeriksaan, jumlah masalah kesehatan yang dominan di antaranya hipertensi, diare, diabetes, nyeri punggung bawah (low back pain) serta keluhan terkait asam urat.

Ketua PDSKKI Aceh sekaligus pimpinan rombongan, Dr. dr. Ichsan, M.Sc., SpKKLP., Subsp.FOMC, mengatakan masyarakat terdampak bencana membutuhkan perhatian kesehatan bukan hanya saat banjir, namun juga pada masa setelah bencana.

“Setelah banjir, perhatian sering kali terpusat pada kerusakan rumah dan lingkungan. Padahal kondisi kesehatan masyarakat juga perlu dipantau. Penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes tetap harus terkontrol, sementara perubahan lingkungan dan sanitasi dapat memunculkan masalah kesehatan lainnya,” ungkap Ichsan.

Menurutnya, kehadiran tim dokter tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga melakukan deteksi dini dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

“Kami datang bukan hanya untuk mengobati, tapi juga melakukan deteksi dini dan bisa langsung memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ichsan menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen dokter spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer sekaligus mendukung program pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Bakti sosial tersebut melibatkan 18 dokter, terdiri atas 10 dokter spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (SpKKLP), tujuh dokter PPDS KKLP dan satu dokter internsip.

Ketua Program Studi PPDS KKLP FK USK, dr. Nurjannah, MPH., PhD., SpKKLP, mengatakan keterlibatan peserta didik dalam pelayanan masyarakat menjadi bagian penting dari proses pendidikan calon dokter spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer.

“Kami ingin peserta didik belajar bahwa pasien tidak dapat dilihat hanya dari penyakitnya. Ada keluarga, lingkungan, kondisi sosial dan akses terhadap pelayanan kesehatan yang ikut menentukan kesehatan seseorang,” katanya.

Menurut Nurjannah, kegiatan ini juga memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga tidak hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi akan mampu berkomunikasi dan memahami kondisi komunitas.

Dokter Datangi Rumah Warga

Koordinator lapangan, Dr. Muhammad Aditia Jamin, MKM, SpKKLP, yang juga Wakil Direktur Umum RS Umum Pidie Jaya, mengatakan pelayanan home visit sengaja disiapkan untuk menjangkau warga yang sulit mengakses pelayanan kesehatan.

Menurutnya, kelompok lansia dan warga dengan keterbatasan fisik menjadi salah satu sasaran kunjungan tersebut.

“Prinsipnya jangan sampai keterbatasan seseorang untuk datang ke tempat pelayanan membuat dia kehilangan kesempatan mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Karena itu, ketika ada informasi mengenai warga yang perlu diperiksa di rumah, tim kami mendatanginya,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, dokter tidak hanya melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan, tetapi juga melihat kondisi tempat tinggal, dukungan keluarga serta faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan pasien.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari prinsip kedokteran keluarga dan layanan primer yang memandang kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh dalam konteks keluarga dan komunitas.

Sementara itu, Keuchik Meunasah Lhok, Rahmadi, mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang digelar PDSKKI Aceh bersama FK USK di desanya.

“Masyarakat menyambut kegiatan ini dengan sangat baik. Banyak warga datang untuk memeriksakan kesehatan dan berkonsultasi langsung dengan dokter. Yang sangat kami apresiasi, warga yang tidak sanggup datang juga dikunjungi ke rumah,” katanya.

Ia menilai pelayanan kesehatan tersebut sangat membantu masyarakat yang baru terdampak banjir.

Kegiatan itu juga mendapat dukungan Bidan Desa Meunasah Lhok, Bdn. Rosdiana, S.Keb., yang membantu menghubungkan tim dokter dengan masyarakat serta mendampingi proses pelayanan dan kunjungan rumah.

Menurut Rosdiana, kolaborasi antara dokter spesialis, tenaga kesehatan setempat dan perangkat desa penting untuk memastikan pelayanan menjangkau warga yang membutuhkan.

Selain pelayanan medis, tim PDSKKI Aceh juga membagikan hygiene kit kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kesehatan pascabanjir.

Pembagian perlengkapan kebersihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan diri, sanitasi, ketersediaan air bersih serta kewaspadaan terhadap berbagai penyakit setelah bencana.

Kegiatan bakti sosial tersebut menjadi bagian dari upaya PDSKKI Aceh dan FK USK memperkuat pelayanan kesehatan primer sekaligus mendekatkan layanan dokter keluarga kepada masyarakat, khususnya warga yang terdampak bencana.[]