Pohon Trembesi Tumbang di Punge Blang Cut, Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak

Muhammad Munzir (Kanan), Pemuda Gampong Punge Blang Cut dan Wakil Walikota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, B.Sc. (Hons)., M.T. (Kiri), berbincang dan melihat pohon tumbang di Jalan Bahagia Punge Blang cut Banda Aceh, Kamis, 29 Oktober 2026. (Foto: Ist/Kolase: PORTALNUSA.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Pohon trembesi berukuran besar tumbang di Jalan Bahagia, Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh, Rabu, 28 Oktober 2026, bakda Magrib. Pohon tersebut nyaris menimpa rumah warga dan memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi pepohonan lain di sepanjang jalan tersebut.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, meninjau lokasi pada Kamis, 28 Oktober 2026 dan menyatakan telah mengarahkan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLH3K) untuk segera membersihkan puing pohon tumbang.

“Sudah kita arahkan ke DLH3K agar segera dapat dibersihkan puing pohon tumbangnya. Kebetulan ada sedikit kendala teknis karena terdapat beberapa titik juga pohon tumbang di gampong lainnya,” ujar Afdhal, saat berbincang dengan Muhammad Munzir dilokasi.

Di lokasi, Afdhal juga sempat berbincang dengan tokoh pemuda setempat, Muhammad Munzir, yang rumahnya nyaris tertimpa pohon tersebut.

Disisi lain, Munzir mengatakan, sejumlah pohon trembesi yang ditanam setelah tsunami kini tumbuh besar. Menurut dia, sebagian akar mulai merusak sisi badan jalan hingga menimbulkan retakan. Kondisi batang dan cabangnya juga dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan.

Jalan Bahagia sendiri kerap dilalui bus besar yang membawa wisatawan menuju lokasi kapal apung. Karena itu, risiko pohon tumbang tidak hanya mengancam rumah warga, tetapi juga keselamatan pengendara dan wisatawan.

Pembersihan pohon tumbang menjadi langkah awal. Namun, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui DLH3K juga perlu memeriksa kondisi pohon-pohon besar lainnya untuk menentukan penanganan sesuai tingkat risikonya.

Jangan sampai pohon tumbang lebih dahulu, baru kerawanan di sekitarnya mendapat perhatian. Pencegahan semestinya dilakukan sebelum keselamatan warga dipertaruhkan. []