Sabang Berpeluang Saingi Singapura dalam Layanan Pasokan Air Untuk Kapal
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, menilai ketersediaan air bersih di daratan merupakan salah satu peluang ekonomi yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat posisi Sabang sebagai kawasan strategis maritim.
Menurut Zulkifli, selama ini berkembang informasi yang kurang tepat mengenai kebutuhan air kapal-kapal yang berlayar di perairan internasional. Penggunaan teknologi penyulingan air laut atau desalinasi, kata dia, tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan kapal terhadap pasokan air bersih dari daratan.
“Penyulingan air laut itu sebenarnya lebih untuk kebutuhan darurat atau emergency. Kapal tetap membutuhkan air bersih dari daratan, apalagi jika kualitasnya lebih baik dan tidak payau,” ujar Zulkifli kepada PORTALNUSA.com, seusai menghadiri Seminar Nasional di Banda Aceh, Selasa, 3 November 2026.
Ia menjelaskan, proses penyulingan air laut membutuhkan teknologi dan membran khusus yang tidak murah. Karena itu, pasokan air bersih dari daratan dinilai tetap memiliki nilai ekonomi bagi kapal-kapal yang singgah di pelabuhan.
Zulkifli mengungkapkan, sejumlah kapten kapal pernah menyampaikan kepada dirinya mengenai peluang pengadaan air bersih di Sabang. Mereka, menurutnya, berharap adanya kepastian hukum serta jaminan pelayanan dan kenyamanan agar kapal-kapal dapat memperoleh pasokan air di Sabang.
Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, harga air bersih yang dibeli kapal di Singapura mencapai sekitar 50 dolar AS per metrik ton. Dalam satu kali persinggahan, kapal tertentu disebut dapat mengambil hingga 800 metrik ton air.
“Kalau Sabang bisa memberikan kepastian hukum, menjamin keamanan dan kenyamanan, mereka menyampaikan bersedia mengambil air di Sabang daripada harus mendapatkannya di Singapura,” katanya.
Jika angka tersebut dapat direalisasikan, peluang ekonominya cukup besar. Dengan asumsi harga 50 dolar AS per metrik ton dan pembelian 800 metrik ton, nilai transaksi secara ilustratif mencapai 40.000 dolar AS dalam satu kali pengisian. Namun, angka tersebut masih memerlukan verifikasi terkait harga, kebutuhan kapal, kapasitas pasokan, serta biaya distribusi di Sabang.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli dalam rangkaian Seminar Nasional bertema “Sabang sebagai Gerbang Strategis Pertumbuhan Ekonomi, Kedaulatan Maritim, dan Ketahanan Energi Nasional” yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI bekerja sama dengan Ikatan Alumni Lemhannas Aceh di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Selasa, 3 November 2026.
Seminar tersebut mendapat dukungan PT Trans Continent, perusahaan yang bergerak di bidang multimoda transportasi, logistik, dan rantai pasokan lintas benua.
Peluang pasokan air bersih bagi kapal menjadi salah satu isu penting dalam pembahasan masa depan Sabang. Selain posisi geografisnya yang strategis di jalur pelayaran internasional, penguatan infrastruktur pelabuhan, kepastian regulasi, serta kualitas layanan menjadi faktor penting agar potensi tersebut dapat tergarap maksimal dan dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang nyata. []













