Koro Pedang Dikembangkan Jadi Bahan Baku Tempe, Perajin Berpeluang Hemat Biaya hingga 15 Persen

Pengembangan kacang koro pedang sebagai alternatif bahan baku tempe di Desa Nagaumbang, Aceh Besar. Inovasi PT Solusi Bangun Andalas bersama Rumah Pangan Aceh, Selasa, 3 November 2026. (Foto: Dok. PT Solusi Bangun Andalas untuk portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | LHOKNGA – Kacang koro pedang mulai dikembangkan sebagai alternatif bahan baku tempe di Aceh. Komoditas lokal ini dinilai berpotensi mengurangi ketergantungan perajin terhadap kedelai dari luar daerah sekaligus menekan biaya produksi hingga 15 persen.

Pengembangan tersebut dilakukan PT Solusi Bangun Andalas bersama Rumah Pangan Aceh (RPA) melalui program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM). Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi pertanian lokal sebagai sumber bahan baku pangan alternatif.

Atas inisiatif tersebut, PT Solusi Bangun Andalas mendapat apresiasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam kategori Badan Usaha Pertambangan Komoditas Mineral. Penghargaan itu diserahkan di Jakarta pada 3 November 2026.

Program yang mendapat penghargaan tersebut bertajuk Keberhasilan Merevitalisasi Kearifan Lokal Koro Meusyah, yang dijalankan melalui program PENDEKAR.

Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono, mengatakan pengembangan kacang koro pedang merupakan bagian dari upaya memanfaatkan sumber daya lokal untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat tidak cukup dilakukan melalui pemberian bantuan, tetapi perlu disertai upaya membangun solusi bersama agar potensi daerah dapat berkembang dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan bersama Rumah Pangan Aceh mendorong masyarakat Desa Nagaumbang untuk mengoptimalkan budidaya kacang koro pedang sebagai komoditas alternatif pengganti kedelai.

Kacang koro pedang dinilai memiliki biaya pokok produksi lebih rendah serta produktivitas lahan yang lebih baik dibandingkan kedelai. Pemanfaatannya sebagai bahan baku tempe juga berpeluang menghemat biaya produksi perajin hingga 15 persen.

Kehadiran bahan baku alternatif ini diharapkan dapat membantu perajin tempe menghadapi fluktuasi harga kedelai sekaligus menjaga keberlangsungan usaha mereka.

Tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, pengembangan koro pedang juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi daerah. Pemanfaatan bahan baku lokal berpotensi mengurangi ketergantungan pasokan dari luar provinsi dan menekan emisi karbon dari aktivitas pengangkutan bahan baku,

Melalui program tersebut, PT Solusi Bangun Andalas berharap budidaya kacang koro pedang dapat berkembang menjadi salah satu model pemberdayaan masyarakat dan penguatan pangan lokal yang bisa diterapkan di wilayah lain. []