BSI Perluas Sinergi dengan Muhammadiyah, Sasar 164 Kampus dan 50.000 UMKM

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy bersama perwakilan Muhammadiyah dalam penandatanganan tiga kerja sama strategis pada BSI International Expo 2026 di Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2026. (Foto: Dok. Bank Syariah Indonesia)

PORTALNUSA.com | JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperluas kerja sama dengan Muhammadiyah untuk mengembangkan layanan keuangan syariah bagi 164 perguruan tinggi dan 50.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kolaborasi ini juga membuka peluang penempatan dana hingga Rp700 miliar melalui layanan kustodian syariah.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan tiga kesepakatan dalam rangkaian BSI International Expo 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Tiga mitra yang terlibat adalah Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LP UMKM) PP Muhammadiyah, serta Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah.

Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengatakan sinergi tersebut dirancang untuk mengintegrasikan layanan keuangan syariah di sektor pendidikan, pemberdayaan usaha, dan pengelolaan dana institusi.

“BSI ingin hadir lebih dari sekadar sebagai penyedia layanan perbankan. Kami ingin menjadi mitra strategis Muhammadiyah dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi,” ujar Erwan.

Perluas Layanan di 164 Kampus

Di sektor pendidikan, BSI menyasar 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Kerja sama ini mencakup pengembangan layanan digital dan solusi perbankan syariah terintegrasi bagi kebutuhan kampus serta sivitas akademika.

Pemanfaatan layanan digital tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan transaksi di lingkungan perguruan tinggi sekaligus memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah.

BSI juga menargetkan penguatan dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing melalui ekosistem pendidikan Muhammadiyah.

50.000 UMKM Jadi Sasaran

Pada sektor usaha, kolaborasi dengan LP UMKM PP Muhammadiyah menyasar 50.000 pelaku UMKM binaan di seluruh Indonesia. BSI memperkirakan potensi bisnis dalam ekosistem tersebut mencapai Rp2,5 triliun.

Dukungan yang disiapkan meliputi edukasi keuangan, pengembangan transaksi terintegrasi, pembiayaan modal kerja, serta pemanfaatan layanan transaksi dan investasi.

Melalui kerja sama ini, pelaku UMKM diharapkan memperoleh akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal, sekaligus memperkuat kapasitas dan keberlanjutan usaha mereka.

Peluang Dana Rp700 Miliar

Sementara itu, kerja sama dengan Dana Pensiun Syariah Muhammadiyah membuka peluang pemanfaatan layanan kustodian syariah BSI untuk mendukung administrasi dan pengelolaan aset investasi.

Potensi dana yang akan ditempatkan melalui layanan tersebut mencapai Rp700 miliar. Peluang ini sekaligus memperluas peran BSI dalam menyediakan layanan keuangan bagi nasabah institusi.

Melalui tiga kerja sama tersebut, BSI berupaya memperkuat kemitraan dengan Muhammadiyah yang tidak hanya berorientasi pada transaksi perbankan, tetapi juga mencakup pemberdayaan UMKM, pengembangan ekosistem pendidikan, dan pengelolaan dana institusi.

Sinergi ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan layanan keuangan syariah di berbagai sektor, dengan jaringan pendidikan dan usaha Muhammadiyah sebagai salah satu sasaran pengembangannya. []