MaSA Minta Disbud dan DPRA Siapkan Meja Khusus Bahas Budaya Aceh

Thayeb Loh Angen

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Masyarakat Seniman Aceh (MaSA) meminta Dinas Kebudayaan (Disbud) dan DPRA menyiapkan forum atau meja khusus untuk membahas arah dan masa depan kebudayaan Aceh secara berkelanjutan.

“Salah satu agenda penting yang perlu dibahas adalah kepastian alokasi program kebudayaan dalam APBA setiap tahun,” kata Sekretaris Jenderal MaSA,” Thayeb Loh Angen  kepada media ini, Kamis, 4 Juni 2026.

Baca: Tak Ada Dukungan Pemerintah, Seniman Aceh Gadaikan Barang Pribadi Demi Tampil di Luar

Menurut Thayeb, kebudayaan tidak boleh hanya menjadi wacana, tetapi harus mendapat dukungan anggaran yang jelas dan berkesinambungan.

Ia menilai keberadaan forum khusus tersebut penting untuk mempertemukan pemerintah, legislatif, serta pelaku budaya dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada pelestarian dan pengembangan kebudayaan Aceh.

Menurut Thayeb, selama ini perhatian terhadap kebutuhan pelaku budaya masih belum maksimal. Akibatnya, banyak kegiatan kebudayaan dan upaya pelestarian warisan budaya dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dan komunitas seni.

“Selama ini pelaku budaya lebih banyak bergerak dengan kemampuan sendiri. Padahal kebudayaan merupakan identitas dan kekuatan peradaban Aceh yang seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah,” ujarnya.

Ia berharap Disbud Aceh bersama DPRA dapat membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan komunitas budaya, sehingga berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi pelaku seni dan budaya dapat diakomodasi dalam kebijakan daerah.

Thayeb menegaskan, keberpihakan terhadap sektor kebudayaan tidak hanya penting untuk menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam memperkuat identitas Aceh di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, tanpa dukungan kebijakan dan anggaran yang memadai, banyak potensi budaya Aceh sulit berkembang secara optimal.[]