FDP Dampingi Kembalinya Satu Keluarga Memeluk Islam di Desa Lae Balno, Empat Orang Ucapkan Syahadat

FDP Dampingi Kembalinya Satu Keluarga Memeluk Islam di Desa Lae Balno, Empat Orang Ucapkan Syahadat, Senin, 13 Juli 2026 (Foto: Dokumentasi FDP/kolase by. portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | ACEH SINGKIL – Forum Dakwah Perbatasan (FDP) kembali melaksanakan kegiatan pembinaan dan pendampingan mualaf di Desa Lae Balno, Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil. Pada kesempatan tersebut, satu keluarga yang sebelumnya sempat meninggalkan Islam kembali mengikrarkan dua kalimat syahadat sebagai bentuk taubat dan tekad untuk kembali memeluk agama Islam.

Keluarga tersebut terdiri dari Ibu Resma br. Berutu beserta tiga putranya, yaitu Raja Pandinata Purba, Sahat Parulian Purba, dan Hermansyah Purba. Perjalanan mereka meninggalkan islam bukanlah tanpa sebab,setelah suami pertama ibu Resma meninggal dunia, kemiskinan dan kesulitan kehidupan, untuk menghidupi 3 orang anak nya, beliau memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang laki-laki beragama Kristen sehingga mereka mengikuti keyakinan suaminya saat itu.

Namun setelah pernikahan itu berakhir dengan perceraian ibu Resma menyadari kekeliruan nya,menyesali masa lalu,dan memutuskan untuk bertaubat dan kembali kepada islam. Proses pengucapan syahadat dilaksanakan dengan dua metode. Raja Pandinata Purba mengikuti prosesi secara daring dan di pimpin oleh salah satu dai Forum Dakwah Perbatasan (FDP) ustadz Saprianto Ujung,karena sedang berada di Pekanbaru. Meski melalui sambungan video, prosesi berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. Usai mengucapkan syahadat, Raja tampak tidak mampu menahan rasa harunya karena akhirnya dapat kembali memeluk agama Islam.

Selanjutnya, prosesi penyahadatan Ibu Resma beserta dua putranya dilaksanakan secara langsung dan dibimbing kembali oleh Ustaz Saprianto Ujung. Prosesi tersebut disaksikan oleh Camat Danau Paris, Bapak Bungaran Tumanggor, Koordinator FDP Wilayah Singkil/Subulussalam, Bapak Muchlis Pohan, serta Keuchik Desa Lae Balno, Bapak Lamin Tumangger, bersama masyarakat yang hadir.

Setelah prosesi syahadat selesai, Ustaz Saprianto Ujung menyampaikan nasihat agar keluarga tersebut senantiasa menjaga keistiqamahan dalam menjalankan ajaran Islam, memperbanyak ibadah, serta benar-benar bertaubat kepada Allah SWT dengan tidak mengulangi kesalahan yang pernah terjadi. Beliau juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membimbing dan merangkul keluarga tersebut agar tetap kokoh dalam keimanan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap para mualaf, Forum Dakwah Perbatasan turut menyerahkan santunan sebesar Rp3.000.000 kepada keluarga Ibu Resma guna membantu memenuhi kebutuhan awal mereka setelah kembali memeluk Islam.

Pensyahadatan tersebut di saksikan oleh tetangga Ibu Resma yang masih merupakan keluarga besarnya. Keluarga yang berjumlah tujuh orang tersebut hingga saat ini masih memeluk agama Kristen. Melihat prosesi pensyahadatan tersebut, tausiah FDP dan perhatian Umat Islam terhadap saudara baru nya, tetangga Bu Tesla tersebut tertarik, dan berencana untuk bersyahadat.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, tim Forum Dakwah Perbatasan mengadakan evaluasi dan pembahasan lanjutan terkait agenda dakwah berikutnya. Insya Allah, pada hari Kamis mendatang, FDP akan kembali melaksanakan proses penyahadatan terhadap tiga calon mualaf di lokasi yang berbeda.

Semoga Allah SWT memberikan keistiqamahan kepada keluarga yang telah kembali memeluk Islam, memudahkan hidayah bagi keluarga lainnya, serta menjadikan setiap langkah dakwah ini sebagai amal jariyah yang membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.[]