Smong Fest 2026 di ‘Yayasan ‘Amanah’ Gaungkan Harmoni Manusia dan Alam
PORTALNUSA.com | ACEH BESAR – Warisan budaya bukan hanya identitas, tetapi juga menjadi pengetahuan yang mampu menyelamatkan kehidupan.
Semangat itu diwujudkan dalam Smong Fest 2026 bertema: Harmoni Manusia dan Alam digelar di Yayasan Amanah, Ladong, Aceh Besar, Sabtu, 18 Juli 2026.
Festival ini menjadi ruang kolaborasi seni, budaya, pendidikan, kebencanaan, dan ekonomi kreatif untuk memperkuat kesadaran mitigasi bencana di kalangan generasi muda melalui kearifan lokal Aceh.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd mewakili Kepala Dinas Pendidikan Aceh.
Dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang dibacakannya, Syarwan Joni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan Smong Fest 2026.
Menurutnya, festival ini tidak sekadar menjadi ajang seni dan budaya, tetapi juga ruang pembelajaran yang memadukan kearifan lokal, pendidikan, dan semangat generasi muda dalam membangun masyarakat Aceh yang tangguh menghadapi bencana.
Ia menegaskan bahwa smong sebagai tradisi lisan masyarakat Simeulue telah terbukti menjadi pengetahuan lokal yang menyelamatkan banyak nyawa saat tsunami 1907.
Karena itu, pelestarian budaya harus terus diperkuat sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana sekaligus menjaga identitas bangsa.
Syarwan Joni juga mengajak dunia pendidikan untuk terus mengintegrasikan pendidikan kebencanaan, memperkuat literasi budaya, serta membangun karakter peserta didik yang peduli lingkungan, disiplin, dan siap menghadapi bencana.
Ia mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan budaya Aceh sekaligus menyebarluaskan edukasi mitigasi bencana melalui karya-karya kreatif.
Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Amanah, Dr. Iskandar Madjid menegaskan komitmen Amanah sebagai pusat kreativitas dan inovasi bagi generasi muda Aceh.
Menurutnya, berbagai fasilitas yang dimiliki Amanah harus menjadi creative hub yang mendorong lahirnya inovasi di bidang seni, budaya, teknologi, kewirausahaan, dan pengembangan sumber daya manusia.
“Amanah terbuka bagi seluruh anak muda Aceh untuk berkolaborasi, berkarya, dan melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta pembangunan daerah,” ujarnya.
Rangkaian Smong Fest diawali seminar diikuti sekitar 100 pelajar dan mahasiswa menghadirkan Muhammad Thahir MS, Rahmat Amjusfa, S.Sn dari ISBI Aceh dan Ulfa Khaliqa.
Ketiganya membahas peran seni tutur, musik, dan tari sebagai media edukasi mitigasi bencana berbasis budaya.
Festival kemudian dilanjutkan dengan Lomba Nuga-Nuga yang diikuti sekitar 150 peserta tingkat SD, SMP, dan SMA, lomba mewarnai dan melukis bertema Nuga-Nuga, pemutaran film Rilasah Ombak serta pameran produk unggulan SUPM Ladong dan *mUMKM binaan Yayasan Amanah sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Ketua Panitia, Muhammad Mahfud mengatakan Smong Fest dirancang sebagai ruang edukasi yang menyenangkan bagi generasi muda melalui pendekatan seni dan budaya.
“Melalui seminar, lomba, pemutaran film, dan pameran UMKM, kami ingin menanamkan kecintaan terhadap budaya Aceh sekaligus membangun kesadaran bahwa kearifan lokal memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.
Smong Fest 2026 terselenggara atas dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana hasil kolaborasi dengan LPDP, Yayasan Tahir serta didukung oleh Yayasan Amanah.[]








