Workshop Voice Over Jadi Ruang Kreatif Pengembangan Industri Suara di Aceh
PORTALNUSA.com | ACEH BESAR – Komunitas Voice Over Aceh menggelar Workshop Voice Over bertajuk “Cerita Pahlawan Perempuan” di Gedung Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH), Ladong, Aceh Besar, pada 6-7 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti 25 peserta yang merupakan talenta muda Aceh dengan minat di bidang seni suara, penulisan naskah, dan produksi audio kreatif.
Workshop tersebut menjadi ruang pengembangan kapasitas generasi muda untuk menghasilkan karya-karya kreatif berbasis audio yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai edukasi, budaya, dan inspirasi.
Kegiatan dibuka Direktur Yayasan AMANAH, Dr. Safwan Nurdin, serta dihadiri Ketua Pembina Voice Over Aceh yang juga Wakil Direktur AMANAH, Faisal Ilyas, SE., MM.
Dalam sambutannya, Safwan Nurdin menilai workshop tersebut sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem industri kreatif Aceh, khususnya di bidang seni suara dan produksi konten audio.
“Melalui kegiatan ini kami berharap lahir karya-karya berkualitas yang mampu menjadi media edukasi dan inspirasi bagi masyarakat. Selain itu, workshop ini juga menjadi wadah untuk melahirkan talenta voice over Aceh yang profesional dan mampu bersaing di industri kreatif,” ungkapnya.
Sementara itu, Faisal Ilyas mengatakan perkembangan industri kreatif membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menjadikan kemampuan voice over sebagai profesi yang menjanjikan.
Menurutnya, keterampilan mengolah suara tidak hanya berkaitan dengan dunia hiburan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam bidang pendidikan, periklanan, produksi konten digital hingga pelestarian budaya.
“Voice over merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang terus berkembang. Karena itu, generasi muda perlu dibekali kemampuan teknis sekaligus kemampuan menghasilkan karya yang memiliki nilai dan identitas budaya daerah,” katanya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi langsung dari sejumlah praktisi kreatif berpengalaman. Davi Abros dari Abros Studio membawakan materi penyutradaraan naskah dan produksi audio drama, didampingi Syafwina, Ketua Ceudah Friendship Society Aceh yang juga dikenal sebagai penyair dan budayawan Aceh.
Keduanya membimbing peserta menggali ide, membangun karakter, danmenyusun naskah bertema kepahlawanan perempuan yang kuat dan inspiratif.
Sementara itu, Nurasul ikma dari Voice People Aceh memberikan pelatihan dasar-dasar voice acting, mulai dari teknik vokal, artikulasi, penghayatan karakter hingga pengendalian emosi dalam pengisian suara.
Pemilihan tema “Cerita Pahlawan Perempuan” dimaksudkan untuk mengangkat kisah-kisah perempuan inspiratif yang memiliki kontribusi besar dalam bidang sosial, budaya, pendidikan, maupun kemanusiaan. Kisah-kisah tersebut kemudian dikemas dalam format audio drama agar lebih dekat dan mudah diterima generasi muda.
Workshop ini juga menjadi wadah kolaborasi antara penulis, budayawan, pegiat seni suara, dan komunitas kreatif dalam menghasilkan karya yang berakar pada kekayaan budaya Aceh.
Kegiatan terselenggara atas dukungan Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, LPDP, Voice Over Aceh, Akselerasi Indonesia Maju, Yayasan AMANAH Aceh, dan Voice People Aceh.
Melalui kolaborasi tersebut, penyelenggara berharap lahir karya-karya audio kreatif yang mampu memperkuat literasi budaya, membuka peluang ekonomi kreatif baru, sekaligus mendorong munculnya generasi muda Aceh yang produktif, inovatif, dan berdaya saing. []








