GEKRA 2026 Hadir di Gedung AMANAH Ladong, Aceh Besar, Sediakan Pangan Murah, Bazar UMKM hingga Layanan Publik
PORTALNUSA.com|ACEH BESAR – Gedung AMANAH Kawasan Industri Aceh (KIA) di Gampong Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, akan menjadi pusat berbagai aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan masyarakat melalui gelaran Gebyar Kreasi AMANAH (GEKRA) 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Mengusung tema “Bangkit Bersama di Pojok Kreasi & Peduli” dengan tagar #AmanahBeraksi, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat, pelaku UMKM, komunitas, dan berbagai lembaga dalam satu rangkaian acara yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu program unggulan yang paling dinanti adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) hasil kerja sama Dinas Pangan Aceh, Dinas Pangan Aceh Besar, AMANAH KIA, dan Perum Bulog Kanwil Aceh. Program ini bertujuan membantu masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Panitia telah menyiapkan 600 kupon subsidi pangan yang mulai dibagikan pukul 07.30 WIB dengan syarat membawa fotokopi KTP. Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh paket pangan berisi beras premium 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula konsumsi 2 kilogram, dan satu papan telur ayam dengan total harga Rp158.000, jauh di bawah harga pasar.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Badan Pangan Nasional, Pemerintah Aceh, Bank Indonesia, Bank Syariah Indonesia (BSI), Perum Bulog, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh.
Selain pangan murah, GEKRA 2026 menghadirkan beragam kegiatan seperti Senam Jantung Sehat, bazar UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, konsultasi legalitas usaha, pendampingan kemasan produk, petik dan cicip buah melon, hingga berbagai layanan publik lainya.
Puluhan stan UMKM akan ikut meramaikan bazar yang berlangsung mulai dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dengan menampilkan beragam produk unggulan lokal, mulai dari kuliner, kerajinan tangan hingga produk kreatif hasil karya masyarakat.
GEKRA 2026 juga menghadirkan Zona BSI Experience, yang memberikan layanan pembukaan rekening, edukasi keuangan syariah, konsultasi pembiayaan UMKM, layanan BSI Mobile, hingga aktivasi QRIS. Untuk mendukung digitalisasi UMKM, BSI turut menggelar program “Belanja Pakai QRIS BSI Dapat Hadiah Langsung” bagi pengunjung yang bertransaksi di stan UMKM menggunakan QRIS BSI.
Sementara itu, di Pojok Pelayanan Publik, masyarakat dapat memanfaatkan layanan perpanjangan SIM dan STNK melalui kerja sama dengan pihak kepolisian.
Ketua Panitia GEKRA 2026, Wahyu Virga Wangsa, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar bersifat seremoni, namun menjadi ruang yang menghadirkan manfaat nyata untuk masyarakat.
“GEKRA adalah wadah yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai layanan yang mereka butuhkan. Masyarakat bisa mendapatkan pangan murah, layanan kesehatan, administrasi publik, sekaligus mendukung UMKM lokal,” ujarnya.
Selain penguatan ekonomi, GEKRA 2026 juga membawa misi kemanusiaan melalui kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan UTD PMI Banda Aceh guna membantu menjaga ketersediaan stok darah.
Bagi pelaku usaha, Pojok UMKM akan menjadi pusat konsultasi dan pendampingan terkait legalitas usaha, desain kemasan, strategi pengembangan produk, hingga akses layanan keuangan dan transaksi digital berbasis QRIS.
Menjelang pelaksanaan kegiatan, antusiasme peserta terus meningkat. Sejumlah pelaku UMKM dari Kecamatan Mesjid Raya telah menyatakan kesiapan untuk membuka stan dan memasarkan produk unggulan mereka. Dukungan juga datang dari berbagai mitra, termasuk BSI, Dinas Pangan Aceh, Bulog, Dinas Kesehatan Aceh Besar, UTD PMI Banda Aceh, TP-PKK Kecamatan Mesjid Raya, SUMP Ladong, kepolisian, serta berbagai pihak lainnya.
Yayasan AMANAH mengajak masyarakat Aceh Besar, Banda Aceh, dan sekitarnya untuk hadir bersama keluarga dan komunitas ke Gedung AMANAH KIA, Sabtu, 20 Juni 2026 mulai pukul 08.30 WIB.
Melalui GEKRA 2026, masyarakat dapat menikmati berbagai layanan dalam satu lokasi, mulai dari kebutuhan pangan bersubsidi, bazar UMKM, layanan kesehatan, perbankan syariah, transaksi digital, hingga pelayanan publik.
Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong, menjaga ketahanan pangan, mendorong pertumbuhan UMKM, mempercepat inklusi keuangan syariah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh.[]








