Di Tengah Keterbatasan, Siswa SMAN 1 Indrajaya Galang Dana Bantu Keluarga Kurang Mampu

Kepala SMAN 1 Indrajaya, Pidie, Ramli MA, MPd menyalurkan bantuan Sembako kepada keluarga kurang mampu, Sabtu, 8 Agustus 2026. (Foto Dokumentasi SMAN 1 Indrajaya, Pidie untuk Portalnusa.com/ Kolase by.portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | PIDIE – Ketika banyak orang masih sibuk menghitung apa yang bisa disimpan untuk diri sendiri, sejumlah siswa SMAN 1 Indrajaya, Pidie, justru memilih menghitung apa yang bisa dibagikan.

Para siswa menggalang dana dan membeli sembako untuk membantu keluarga Tgk Usman, warga Gampong Mee, Kemukiman Krueng Seumideun, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, yang hidup dalam keterbatasan.

Bantuan berupa beras, minyak goreng, dan telur ayam itu diserahkan pada Sabtu, 7 Agustus 2026. Sembako tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga Usman yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan dan buruh tani.

Usman diketahui memiliki seorang anak, Syakbanurullah, yang masih bersekolah di SMAN 1 Indrajaya.

Bantuan dikumpulkan para siswa sehari sebelumnya, setelah kegiatan Yasinan bersama. Dana yang terkumpul kemudian dibelanjakan untuk kebutuhan pokok sebelum disalurkan langsung kepada keluarga penerima.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Indrajaya, Ramli MA, MPd, mengatakan kegiatan ini bukan semata soal berapa banyak sembako yang diberikan.

“Yang ingin kami tumbuhkan adalah kepedulian. Siswa bisa belajar melihat bahwa kesulitan orang lain tidak harus berhenti pada rasa iba, namun bisa dilanjutkan dengan tindakan,” kata Ramli.

Menurutnya, penggalangan dana ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang terus dilakukan di sekolah. Para siswa didorong untuk lebih peka terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar.

Di tengah kehidupan yang kerap membuat orang sibuk mengejar kepentingan masing-masing, para siswa itu belajar dari hal yang sederhana: menyisihkan sedikit yang mereka punya agar bisa berarti bagi orang lain.

Ramli berharap kebiasaan tersebut terus tumbuh dan menjadi bagian dari karakter siswa ketika mereka nantinya kembali ke tengah masyarakat.

“Kami ingin semangat berbagi ini terus hidup dalam diri siswa, hingga mereka terbiasa menebar kebaikan dan peduli terhadap kondisi sekitar,” ujarnya. []