Bertemu BEM UI dan AICRF, Bupati Pidie Jaya Beberkan Kondisi Pidie Jaya Pascabencana

Silaturahmi BEM UI dan AICRF dengan Bupati Pidie Jaya dan jajarannya, Kamis, 25 Juni 2026. (Dok AICRF)

PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Aceh Indonesia Community Resilience Foundation (AICRF) melakukan asesmen (pendataan awal) di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada akhir November 2025.

Langkah strategis ini diawali dengan menggelar silaturahmi dan audiensi dengan Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi beserta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Ruang Rapat Kantor Bupati Pidie Jaya, Kamis, 25 Juni 2026.

​Kehadiran tim gabungan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Yayasan AICRF, Dewi Phoennadiyani serta Koordinator Tim Asesmen BEM UI, Dylan Edward Williams.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari implementasi Sumatera Water Access & Community Resilience Program, sebuah inisiatif yang berfokus pada penyediaan akses air bersih dan penguatan ketangguhan masyarakat pascabencana.

​Dalam audiensi tersebut, Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan upaya maksimal dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi. Hal ini termasuk penyaluran berbagai bantuan untuk masyarakat terdampak yang diprogramkan oleh pemerintah pusat.

​”Saat ini pemberian jaminan hidup (jadup) bagi warga terdampak sudah memasuki tahap ketiga,” ujar Sibral Malasyi di hadapan tim BEM UI dan AICRF.

​Kendati penanganan darurat dan logistik berjalan dengan baik, Bupati menekankan pentingnya solusi jangka panjang yang sistemis untuk mencegah bencana serupa di masa mendatang.

Pemkab Pidie Jaya menaruh harapan besar kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk segera membantu proses rehabilitasi dan normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meureudu, Krueng Ulim, serta sejumlah sungai lainnya di wilayah Kabupaten Pidie Jaya. Normalisasi ini dinilai sangat krusial agar tidak kembali memicu banjir tahunan yang kerap merendam pemukiman warga.

​Selain masalah aliran sungai, sektor pelayanan publik turut menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut.

Bupati mengharapkan adanya pemulihan menyeluruh pada fasilitas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Krueng Meureudu agar distribusinya dapat kembali normal dan dapat dipergunakan oleh masyarakat Pidie Jaya seperti sedia kala.

​Melalui asesmen awal ini, BEM UI dan AICRF berkomitmen untuk menyusun rekomendasi kebijakan serta menyalurkan bantuan program ketangguhan komunitas yang tepat sasaran berbasis data riil di lapangan, guna mendukung pemulihan Kabupaten Pidie Jaya yang berkelanjutan.[]