Menag Dorong UIN Ar-Raniry Jadi Pusat Peradaban Islam Modern

Menang Nasaruddin menerima plakat Tugu Iqro dari Rektor UIN Ar-Raniry. Menteri Agama Nasaruddin Umar juga memberikan kuliah umum dan pembinaan ASN di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa, 11 Agustus 2026. (Foto: Dok. UIN Ar-Raniry untuk portalnusa.com/Kolase by.portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengambil peran lebih besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam modern.

Menurut Nasaruddin, Aceh memiliki modal sejarah dan posisi geografis yang strategis untuk menjadi salah satu pusat pengembangan peradaban Islam, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di kawasan Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan Nasaruddin saat memberikan kuliah umum sekaligus pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Auditorium Prof. Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa, 11 Agustus 2026.

Nasaruddin mengungkapkan jika UIN memiliki tanggung jawab yang lebih luas dibandingkan perguruan tinggi umum. Selain menjalankan fungsi akademik, UIN juga memiliki peran dakwah dan tanggung jawab sosial di tengah-tengah masyarakat.

Menag Nasaruddin Umar bersama Rektor UIN Ar-Raniry Mujiburrahman dan Aparatur Sipil Negara (ASN) berfoto bersama di Auditorium Prof. Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa, 11 Agustus 2026.(Foto: Dok. UIN Ar-Raniry untuk portalnusa.com)

“UIN itu tidak murni sebagai lembaga akademik, tapi berbeban ganda menjadi institusi dakwah,” kata Nasaruddin.

Karena itu, ia meminta UIN Ar-Raniry tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, namun juga mampu menghasilkan gagasan dan temuan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

“UIN tidak boleh ketinggalan zaman dalam metodologi. Beranilah membuat temuan-temuan baru,” ujarnya.

Aceh Dinilai Punya Modal Sejarah

Nasaruddin menilai posisi Aceh dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia menjadi modal penting untuk membangun kembali perannya sebagai pusat keilmuan Islam.

Letak Aceh yang berada di kawasan Asia Tenggara serta berdekatan dengan Malaysia dan Brunei Darussalam, menurutnya, memberikan keuntungan strategis dalam membangun jejaring pendidikan dan peradaban Islam di kawasan.

Ia juga menilai pengembangan ilmu dan peradaban Islam tidak harus terus berpusat di kawasan Timur Tengah.

“Tempat yang paling aman untuk mengadopsi ilmu dan peradaban Islam adalah di Indonesia. Saya kira tempat yang paling strategis adalah di Aceh,” kata Nasaruddin.

Pernyataan tersebut menempatkan UIN Ar-Raniry pada tantangan yang lebih besar: bukan hanya mempertahankan tradisi keilmuan Islam Aceh, tetapi menerjemahkannya ke dalam konteks ilmu pengetahuan modern.

Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan

Nasaruddin juga mendorong sivitas akademika UIN Ar-Raniry melihat Al-Qur’an tidak hanya dari perspektif keagamaan, tetapi juga sebagai sumber inspirasi untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Menurut dia, perkembangan sains dan teknologi membuka ruang yang semakin luas bagi kajian akademis terhadap kandungan Al-Qur’an.

Ia mengajak mahasiswa dan akademisi tidak ragu mengembangkan penelitian yang mempertemukan studi keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

“Jangan takut bersama Al-Qur’an. Sekarang pegangan ilmiah di Barat itu adalah Al-Qur’an,” ujarnya.

Nasaruddin turut mengapresiasi perkembangan UIN Ar-Raniry dan meminta sivitas akademika meneladani tokoh-tokoh Aceh yang dikenal memiliki keteguhan dalam keilmuan, pemikiran dan prinsip.

Rektor: Siap Selaraskan Kampus dengan Program Pemerintah

Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Agama. Ia menyebut kehadiran Nasaruddin memiliki catatan historis bagi kampus tersebut.

Menurut Mujiburrahman, Nasaruddin turut hadir dalam proses transformasi IAIN Ar-Raniry menjadi UIN Ar-Raniry pada 2014. Ia juga menyebut Menteri Agama memberikan perhatian kepada mahasiswa terdampak banjir pada akhir 2025.

“Kehadiran Bapak Menteri Agama selalu berkesan bagi kami, mulai dari meresmikan transformasi IAIN menjadi UIN pada tahun 2014, hingga memberikan bantuan langsung bagi mahasiswa terdampak banjir akhir tahun lalu,” kata Mujiburrahman.

Mujiburrahman juga menyampaikan terima kasih atas amanah memimpin UIN Ar-Raniry untuk periode 2026–2030. Ia menegaskan kesiapan kampus menyelaraskan tata kelola dengan agenda pemerintah.

“Agar pengkhidmatan ASN sejalan dengan ASTA CITA Prabowo-Gibran dan ASTA PROTAS Kemenag, kami memohon bimbingan dan arahan Bapak Menteri Agama Republik Indonesia,” ujarnya.

Kuliah umum dan pembinaan ASN tersebut dihadiri unsur Forkopimda Aceh, pimpinan UIN Ar-Raniry, ASN Kementerian Agama, dosen, mahasiswa serta sivitas akademika.

Dalam rangkaian kunjungan, Nasaruddin juga menerima plakat Tugu Iqro dari Rektor UIN Ar-Raniry sebagai simbol pengabdian terhadap ilmu pengetahuan dan spiritualitas di lingkungan kampus. []