Armen Desky Dukung Wacana Pemekaran 50 Provinsi, Dorong ALA dan ABAS Segera Terwujud

Tokoh penggerak pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA), Armen Desky, bersama peta wilayah Aceh Leuser Antara dalam materi kampanye pemekaran daerah otonomi baru di Aceh.

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Tokoh penggerak pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA), Armen Desky, menyambut baik visi Presiden Prabowo Subianto yang disebut menargetkan penataan wilayah Indonesia hingga mencapai 50 provinsi.

Menurut Armen, rencana tersebut akan mampu membuka kembali peluang bagi daerah yang selama ini memperjuangkan pembentukan daerah otonomi baru (DOB), termasuk di Aceh.

“Kami dari Komite Persiapan/Percepatan Pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3-ALA) sangat mendukung sehingga bisa ada peluang pemekaran bagi Daerah Otonomi Baru (DOB) di Aceh,” ungkap Armen dalam keterangan tertulisnya, yang diterima redaksi portalnusa.com, Rabu, 19 Agustus 2026.

Bagi Armen, wacana pemekaran wilayah di Aceh telah berlangsung cukup panjang. Ia juga menyebut terdapat sejumlah gagasan pembentukan provinsi baru, yakni Aceh Leuser Antara (ALA), Aceh Barat Selatan (ABAS), serta Aceh Samudra Pase, di samping Pemerintah Aceh yang saat ini sudah ada.

Ia mengatakan seluruh provinsi yang nantinya terbentuk tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Lanjut Armen, keberadaan beberapa provinsi di Aceh juga tidak akan menghilangkan ikatan historis dan kebesaran lembaga Wali Nanggroe.

“Empat provinsi ini tetap dipersatukan di bawah payung satu lembaga kebesaran, yakni Wali Nanggroe,” ujarnya.

Perpendek Rentang Kendali

Armen berpendapat pemekaran dapat menjadi salah satu cara memperpendek rentang kendali pemerintahan sekaligus mempercepat pelayanan publik dan pembangunan di wilayah yang secara geografis memiliki jarak cukup jauh dari pusat pemerintahan Aceh.

Selanjutnya, ia menilai daerah yang memiliki karakteristik dan potensi masing-masing juga membutuhkan pengelolaan yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Dengan pemekaran tentu akan memperpendek rentang kendali birokrasi serta meningkatkan kesejahteraan rakyat dalam menggali potensi daerah,” ungkapnya.

Untuk saat ini, Armen mengatakan KP3-ALA memfokuskan perjuangan pada dua calon daerah otonomi baru, yakni ALA dan ABAS.

Ia menambahkan, proses pengusulan kedua calon provinsi tersebut terus dikawal melalui komunikasi dan konsolidasi dengan berbagai pihak di tingkat pusat. Armen juga mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah tokoh dan akademisi di Jakarta, termasuk Prof. Rahmad Salam.

Namun, terkait klaim bahwa ALA dan ABAS telah masuk sebagai program strategis nasional atau berada pada tahap pembahasan tertentu di tingkat pusat, Armen menyampaikannya sebagai bagian dari perkembangan perjuangan yang sedang mereka kawal.

Potensi Ekonomi Aceh

Armen juga menyoroti potensi sumber daya alam Aceh yang menurutnya belum sepenuhnya mampu memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya pemekaran dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendekatkan pengelolaan pemerintahan dan pembangunan dengan potensi ekonomi di masing-masing wilayah.

“Jadi kita sangat miris mendengarnya, padahal Aceh salah satu daerah penyumbang bagi republik ini,” katanya.

Armen berharap pemekaran dapat membuka ruang bagi pemerataan pembangunan dan pengelolaan potensi daerah secara lebih optimal.

“Saya yakin dengan dimekarkan, Aceh akan menjadi besar dan hebat. Institusi Wali Nanggroe juga akan semakin mulia. Yang paling penting, kita tidak lagi menjadi provinsi termiskin di Sumatera,” ujarnya.

Armen, yang pernah menjabat Bupati Aceh Tenggara periode 2001–2006, mengatakan konsolidasi untuk memperjuangkan ALA dan ABAS akan terus dilakukan.

Ia berharap agenda penataan wilayah yang diwacanakan pemerintah pusat dapat memberikan peluang bagi daerah-daerah yang memenuhi persyaratan untuk berkembang melalui pemekaran.

“Insya Allah, program Bapak Presiden Prabowo dapat terwujud dan tentunya kucuran dana APBN bisa langsung memastikan pemerataan pembangunan di daerah,” pungkasnya. []