Pasca Bencana, Pidie Jaya Percepat Rehabilitasi 476 Hektare Lahan Pertanian
PORTALNUSA.com | PIDIE JAYA – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mulai mempercepat rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025. Upaya ini dilakukan agar areal persawahan yang rusak dapat kembali produktif dan digarap petani.
Salah satu lokasi yang mulai ditangani berada di Gampong Beuringen, Kecamatan Meurah Dua, dengan luas sekitar 15 hektare. Lahan tersebut terdampak luapan lumpur akibat banjir bandang pada 26 November 2025.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang) Pidie Jaya, M Nur Isga, mengatakan rehabilitasi di Beuringen dilakukan menggunakan traktor roda empat dengan implement disc plow karena endapan lumpur di kawasan tersebut masih memungkinkan untuk ditangani.
“Kerusakan pada hamparan lahan yang timbunan lumpurnya mencapai satu hingga 1,5 meter membutuhkan penanganan lanjutan karena biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar,” kata M Nur Isga, mewakili Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, kepada PortalNUSA, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia menyebutkan, berdasarkan hasil identifikasi, total lahan pertanian yang terdampak bencana di Pidie Jaya mencapai 476 hektare.
Untuk memulihkan seluruh areal tersebut, pemerintah daerah memperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp150 miliar. Usulan pendanaan rehabilitasi telah disampaikan kepada pemerintah pusat.
Menurut M Nur Isga, pemulihan lahan tidak sebatas memperbaiki kondisi fisik persawahan. Yang tak kalah penting adalah mengembalikan fungsi lahan agar petani dapat kembali bekerja dan memperoleh sumber penghidupan.
“Pemerintah dalam hal ini mesti hadir memastikan proses pemulihan berjalan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Distanpang Pidie Jaya juga mendorong penguatan sinergi dengan masyarakat agar rehabilitasi lahan dapat dilakukan secara bertahap. Dengan demikian, lahan yang terdampak dapat kembali dimanfaatkan dan aktivitas pertanian berangsur pulih.
“Distanpang Pijay pada dasarnya berkomitmen untuk terus berupaya mempercepat pemulihan sektor pertanian karena ini menjadi bagian penting dalam membangun kembali kehidupan masyarakat,” kata M Nur Isga. []










