Headline

Syeh Muharram Bicara Sejarah dan Masa Depan Aceh Besar, Dukung Pemekaran

Bupati Aceh Besar dan para Insan Pers foto bersama di penutupan acara silaturahmi Pemkab Aceh besar dan insan pers, Jumat, 21 Agustus 2026 (Foto: Abdul Hadi/Kolase portalnusa.com)

PORTALNUSA.COM | ACEH BESAR – Dalam pertemuan bersama insan pers, Syeh Muharram menekankan pentingnya menjaga budaya dan sejarah Aceh, termasuk menyampaikan kembali kisah perjuangan, tragedi tsunami, serta mempertahankan adat dan bahasa Aceh kepada generasi berikutnya.

Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap rencana pemekaran Aceh Besar. Menurutnya, luas wilayah dan aspirasi masyarakat menjadi alasan penting untuk mempertimbangkan pembentukan daerah baru.

Baca:Bupati Aceh Besar Ajak Media Perkuat Persatuan dan Bangun Isu Positif

Muharram mengaitkan gagasan tersebut dengan sejarah Aceh. Ia menyebut Aceh pada masa lalu memiliki perjalanan panjang dalam pembentukan wilayah dan pemerintahan, termasuk sejarah Kuta Raja, Lingge hingga kawasan Aceh bagian pesisir.

“Kalau berbicara pemekaran, kita harus kembali melihat sejarah dan kondisi masyarakat. Luas wilayah serta keinginan masyarakat harus menjadi pertimbangan,” ujarnya.

Menurut Muharram, Aceh Besar memiliki wilayah yang sangat luas dengan 604 gampong. Kondisi tersebut membuat pembinaan dan pelayanan pemerintahan membutuhkan waktu dan sumber daya yang besar.

Ia menyebut rencana pemekaran Aceh Besar menjadi tiga bagian telah lama diwacanakan dan diusulkan.

Sejumlah daerah persiapan disebut telah melakukan berbagai tahapan kesiapan, namun masih terkendala moratorium pemekaran daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Besar, Drs. H. Syukri A. Jalil, mengatakan pembangunan Aceh Besar dan wacana pemekaran harus dibicarakan secara positif serta tidak perlu dipertentangkan dengan kepentingan daerah lain.

Menurutnya, jika pemekaran dapat mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, maka hal tersebut patut dipikirkan secara objektif.

“Secara politik, membangun Aceh Besar dan rencana pemekaran harus disampaikan dan dipikirkan secara positif. Banda Aceh ingin memperluas wilayah juga tidak menjadi persoalan. Kita tetap berada dalam satu provinsi, yaitu Aceh. Selama tujuannya membangun masyarakat, di mana pun pembangunan itu berjalan tidak menjadi persoalan,” kata Syukri.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab. Muharram bahkan menutup acara dengan candaan sembari mengajak insan pers untuk terus membangun kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam menyampaikan informasi dan mengawal pembangunan daerah.

Kerja sama antara pemerintah dan media, menurutnya, menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi publik sekaligus memperkuat citra positif Aceh Besar. []