Semakin Dipercaya Masyarakat, Nasabah BSI Region Aceh Naik 31,76% (YoY)

Regional CEO BSI Aceh Imsak Ramadhan, Banda Aceh, 4 September 2026. Nasabah BSI di Aceh mencapai 5,3 juta, tumbuh 31,76 persen secara tahunan. (Foto: Dok. Humas Bank Syariah Indonesia, Aceh/ Kolase Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Kepercayaan masyarakat kepada perbankan syariah di Aceh terus menguat. Hal itu tercermin dari jumlah nasabah PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Region Aceh yang mencapai 5,3 juta nasabah hingga Juli 2026, atau tumbuh 31,76 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Pertumbuhan itu tentunya didukung penguatan layanan digital, optimalisasi teknologi informasi, di iringi perluasan jaringan layanan BSI di Aceh. Saat ini, BSI memiliki lebih dari 138 outlet, 20.822 BSI Agen, dan 56.567 merchant QRIS di wilayah tersebut.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, mengatakan semakin kuatnya preferensi masyarakat terhadap perbankan syariah turut memberikan dampak terhadap pertumbuhan bisnis BSI di Aceh.

Baca:Akselerasi Pembiayaan Rumah Subsidi ASN, BSI Dorong Penyaluran KPR Sejahtera FLPP di Lingkungan Kementerian Agama

Dari sisi intermediasi, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp22,3 triliun, sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp26,1 triliun. Kualitas pembiayaan juga tercatat membaik, dengan tingkat pembiayaan sehat mencapai 97,47 persen, dibandingkan sebelumnya 96,55 persen.

Sebagai bank yang fokus pada layanan haji dan umrah, BSI Region Aceh kini dipercaya melayani lebih dari 422 ribu nasabah Tabungan Haji.

Pertumbuhan juga terlihat pada bisnis emas. BSI Region Aceh saat ini mengelola sekitar 106 kilogram emas, meningkat 246 persen secara tahunan. Sementara bisnis cicil dan gadai emas tumbuh 50,51 persen YoY dan turut mendorong Fee Based Income (FBI) sebesar 18,11 persen.

Imsak mengatakan layanan digital melalui BYOND by BSI menjadi salah satu pintu utama masyarakat untuk mengakses berbagai layanan perbankan dalam satu platform, mulai dari transaksi harian, investasi, pembiayaan, pengelolaan emas hingga layanan haji.

Kinerja BSI Nasional Tetap Solid

Secara nasional, hingga Juni 2026 BSI membukukan laba bersih Rp4,16 triliun, tumbuh 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dana Pihak Ketiga tumbuh 22 persen menjadi Rp393 triliun, dengan dana murah (CASA) mencapai Rp238 triliun. Struktur pendanaan tersebut turut menekan Cost of Fund (CoF) menjadi 2,19 persen.

Di sisi pembiayaan, segmen wholesale mencapai Rp95 triliun, ritel dan UMKM Rp55,83 triliun, serta konsumer Rp189,25 triliun. Kualitas aset tetap terjaga dengan NPF Gross 1,80 persen dan NPF Net 0,33 persen.

Sementara itu, Fee Based Income BSI meningkat 38,15 persen menjadi Rp4,1 triliun, ditopang pertumbuhan ekosistem bisnis, termasuk emas dan transaksi digital.

Secara keseluruhan, total aset BSI hingga Juni 2026 mencapai Rp464,5 triliun, tumbuh 16 persen secara tahunan. []