Tangis Ibu Pecah di Ruang Jenazah, Misteri di Balik Kepergian Muhammad Rasya Fadilah

Tangis Nurlaila pecah di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Minggu, 27 September 2026. (Foto: Abdul Hadi/Kolase: Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Tangis Nurlaila pecah di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Di hadapannya kini terbujur jasad sang anak, Muhammad Rasya Fadilah (19), mahasiswa baru Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Ladong, Aceh Besar.

Air mata seorang ibu tak mampu membendung rasa kehilangan. Anak pertama dari pasangan Nurlaila dan Andi itu kini telah pergi untuk selamanya. Namun, kepergian Rasya meninggalkan duka sekaligus pertanyaan besar bagi keluarganya.

Apa sebenarnya yang terjadi pada Muhammad Rasya Fadilah?

Pertanyaan itu hingga kini belum mendapatkan jawaban pasti.

Rasya merupakan mahasiswa baru yang sedang menempuh pendidikan di Poltekpel Malahayati Ladong, Aceh Besar. Ia pergi meninggalkan keluarga dalam sebuah peristiwa yang oleh pihak keluarga dinilai menyisakan sebuah kejanggalan.

Di tengah suasana duka, keluarga masih menunggu kepastian mengenai penyebab kematian Rasya. Sejumlah dugaan pun muncul, mulai dari kemungkinan gangguan kesehatan atau keracunan obat hingga dugaan adanya kekerasan. Namun, seluruh dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan medis dan penyelidikan oleh pihak berwenang.

Keluarga berharap pemeriksaan terhadap jenazah dapat memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang kini menghantui mereka.

Bagi seorang ibu, kehilangan anak bukanlah perkara mudah. Terlebih ketika kepergian itu menyisakan tanda tanya.

Nurlaila kini hanya bisa menatap jasad putranya sembari menunggu jawaban dari proses pemeriksaan dan penyelidikan.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sebab dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan Muhammad Rasya Fadilah meninggal dunia.

Hingga hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan kepolisian selesai, penyebab pasti kematian mahasiswa baru Poltekpel Malahayati tersebut belum dapat dipastikan. []