Tiga Santri Al Zahrah Ukir Prestasi di AKSIOMA Bireuen 2026

Tiga santri Pesantren Modern Al Zahrah, Humairah, Amryandani, dan Fira Faradisa, meraih prestasi pada AKSIOMA Bireuen 2026, Senin, 28 September 2026. (Foto: Ist/Kolase: PORTALNUSA.com)

PORTALNUSA.com | BIREUEN – Tiga santri Pesantren Modern Al Zahrah menorehkan prestasi pada Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) tingkat Madrasah Aliyah se-Kabupaten Bireuen yang berlangsung di MAN 2 Bireuen, Senin, 28 September 2026.

Ketiganya, Humairah, Amryandani, dan Fira Faradisa, berhasil meraih prestasi dari cabang pidato Bahasa Arab dan kaligrafi kontemporer. Menariknya, dua di antaranya baru pertama kali mengikuti cabang lomba yang mereka menangi.

Humairah, santri kelas 5B, menjadi juara pertama Pidato Bahasa Arab setelah bersaing dengan sekitar 14 peserta dari berbagai madrasah di Kabupaten Bireuen.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian keduanya dalam lomba pidato Bahasa Arab. Sebelumnya, ia meraih juara kedua pada lomba MTQ di Dayah Darussa’adah tahun 2026.

Persiapan menuju AKSIOMA dilakukan hanya sekitar satu minggu, di tengah kesibukannya sebagai pengurus organisasi santri.

“Awalnya kurang yakin bakal dapat juara, ternyata juara 1. Saya terharu dan sangat bersyukur atas prestasi ini,” kata Humairah, santri kelahiran Bireuen, 3 Mei 2010.

Kemenangan tersebut mengantarkan Humairah mewakili Bireuen ke tingkat Provinsi Aceh. Ia mengaku akan meningkatkan latihan agar tampil lebih siap pada kompetisi berikutnya.

Sementara itu, Amryandani meraih juara kedua Kaligrafi Kontemporer Putra dengan nilai 88. Santri kelas 3 Intensif KMI itu harus menyelesaikan karya selama lima jam dan bersaing dengan delapan peserta.

AKSIOMA menjadi pengalaman pertama Amryandani mengikuti lomba kaligrafi kontemporer. Sebelumnya, ia hanya mempelajari khat naskhi selama sekitar tiga bulan saat duduk di kelas 1 SMP di Takengon.

Ia baru mendalami kaligrafi kontemporer setelah berlatih bersama Ustaz Syauqi di Pesantren Modern Al Zahrah.

“Awalnya saya enggak nyangka dapat juara, padahal baru pertama kali ikut cabang ini,” ujarnya.

Prestasi serupa diraih Fira Faradisa yang menjadi juara kedua Kaligrafi Kontemporer Putri. Santri kelas 4B KMI itu bersaing dengan sekitar 10 peserta dan menjadikan AKSIOMA sebagai pengalaman pertamanya di cabang tersebut.

Fira mengaku hanya menjalani sekitar lima kali latihan melalui kegiatan ekstrakurikuler sebelum mengikuti lomba.

“Awalnya saya hampir tidak percaya, soalnya baru pertama ikut,” tuturnya.

Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Dr. Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., mengapresiasi pencapaian ketiga santrinya. Ia meminta prestasi tersebut dijadikan motivasi untuk terus belajar dan berlatih.

“Jangan merasa puas dengan apa yang telah diraih selama ini. Teruslah berlatih dan mengembangkan diri menjadi lebih baik,” pesannya.

Tiga prestasi tersebut menambah catatan capaian Pesantren Modern Al Zahrah di AKSIOMA Bireuen 2026. Bagi ketiga santri, ajang tersebut bukan sekadar perebutan piala, tetapi juga pengalaman untuk membangun keberanian, mengasah kemampuan, dan menguji diri di arena kompetisi. []