BBPOM Aceh Perkuat Kompetensi Komunikasi Pegawai, IKM 2026 Capai 100

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh memperkuat kompetensi komunikasi pegawai melalui pelatihan public speaking, Rabu, 14 Oktober 2026. (Foto: Dok.BBPOM Aceh/Kolase: PORTALNUSA.com)

PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh memperkuat kompetensi komunikasi pegawai melalui pelatihan public speaking. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme pelayanan sekaligus memastikan informasi kepada masyarakat dapat disampaikan secara jelas, efektif, dan mudah dipahami.

Pelatihan yang berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026, tersebut diikuti 28 pegawai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BBPOM Aceh menjaga kualitas pelayanan publik, termasuk dalam memberikan informasi, konsultasi, edukasi, serta menerima pengaduan masyarakat terkait obat dan makanan.

Kepala Bagian Tata Usaha BBPOM Aceh, Marina Kaptriyani, mengatakan keterampilan komunikasi merupakan kompetensi penting bagi pegawai yang menjalankan fungsi pengawasan obat dan makanan.

β€œSebagai pengawas obat dan makanan, kita setiap hari berhadapan dengan masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan. Kita menjelaskan persyaratan, menerima pengaduan, memberi informasi, dan mengedukasi. Semua itu bergantung pada kemampuan kita berkomunikasi,” ujarnya.

Menurut Marina, kemampuan berbicara di depan publik tidak hanya dibutuhkan pegawai yang bertugas di bagian pelayanan langsung atau Mal Pelayanan Publik, tetapi juga seluruh pegawai BBPOM Aceh.

Keterampilan tersebut diperlukan dalam berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi dan penyampaian informasi teknis hingga menjadi narasumber, memimpin rapat, serta mewakili institusi dalam forum lintas sektor.

Komunikasi yang efektif diharapkan membantu pegawai menyampaikan informasi secara runtut dan tepat, sehingga masyarakat dapat memahami ketentuan yang berlaku dan memperoleh pelayanan yang lebih baik.

IKM 2026 capai 100

Upaya penguatan kompetensi tersebut dilakukan di tengah capaian Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) BBPOM Aceh tahun 2026. Berdasarkan hasil survei yang disampaikan dalam rilis kegiatan, BBPOM Aceh memperoleh Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 100,00 dengan mutu pelayanan A atau kategori sangat baik.

Marina menegaskan, capaian tersebut harus menjadi dorongan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan, bukan alasan untuk berpuas diri.

β€œNilai yang baik bukanlah titik akhir. Justru tantangannya adalah bagaimana kita mempertahankan dan terus meningkatkannya,” kata Marina.

Menurut dia, kualitas pelayanan publik tidak cukup diukur dari angka kepuasan masyarakat. Konsistensi dalam meningkatkan profesionalisme, memperbaiki cara berkomunikasi, serta memenuhi kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian penting dari pelayanan yang berkualitas.

Pelatihan dilengkapi praktik dan evaluasi

Pelatihan menghadirkan Suhil Alfata sebagai narasumber. Materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan teori, praktik langsung, dan pemberian umpan balik untuk membantu peserta mengembangkan kemampuan berbicara di depan publik.

Peserta juga mengikuti pre-test dan post-test sebagai bagian dari evaluasi pemahaman selama pelatihan.

Melalui metode tersebut, pegawai diharapkan semakin terampil menyusun pesan, menyampaikan informasi secara sistematis, serta tampil lebih percaya diri ketika berhadapan dengan masyarakat maupun pemangku kepentingan.

BBPOM Aceh berharap penguatan kapasitas sumber daya manusia ini dapat mendukung pelayanan yang semakin ramah, komunikatif, dan profesional, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pengawasan obat dan makanan.

Sebab, pelayanan publik tidak hanya bergantung pada ketepatan informasi yang diberikan, tetapi juga pada kemampuan petugas menyampaikannya secara jelas dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. []