Berkunjung ke Simeulue, Ini Harapan ‘Anak Pulau’ kepada Kandidat Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin

Pertemuan kandidat Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin dengan Pengurus dan Anggota PWI Simeulue di Sinabang, Rabu, 21 Oktober 2026. (Dok PWI Simeulue/Kolase: PORTALNUSA.com)

PORTALNUSA.com | SINABANG – Pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Simeulue menitipkan sejumlah harapan kepada Nasir Nurdin, kandidat Ketua PWI Aceh periode 2026–2031, menjelang Konferensi Provinsi (Konferprov) XIII PWI Aceh pada 20–22 November 2026.

Harapan tersebut mencakup penguatan perhatian terhadap wartawan di wilayah kepulauan, peningkatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra kerja, serta penyediaan fasilitas penginapan bagi anggota PWI dari kabupaten/kota yang memiliki urusan di Banda Aceh.

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin didampingi Pengurus PWI Simeulue foto bersama dengan pejabat Pemkab Simeulue: Wabup, Sekda, dan SKPA terkait di Sinabang, Selasa malam, 20 Oktober 2026. (Dok PWI Simeulue)

Aspirasi itu disampaikan dalam pertemuan silaturahmi Nasir Nurdin bersama pengurus dan anggota PWI Simeulue di Sinabang, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam kunjungan selama dua hari, 20–21 Oktober, Nasir juga bertemu dengan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Simeulue.

Ketua PWI Simeulue, Firnalis, mengatakan, koordinasi antara pengurus PWI Aceh dan PWI kabupaten/kota perlu terus diperkuat agar kebutuhan wartawan di daerah dapat terakomodasi secara lebih baik.

Menurut dia, kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan mitra kerja lainnya juga perlu dibangun secara berkelanjutan, baik melalui kegiatan di Simeulue maupun pertemuan di Banda Aceh.

“Peran Pengurus PWI Aceh untuk menjembatani penguatan kolaborasi organisasi dengan Pemkab Simeulue dan mitra kerja lainnya sangat kami harapkan. Ini harus kita lakukan secara berkala, baik di Simeulue atau di Banda Aceh,” kata Firnalis.

Selain penguatan koordinasi, PWI Simeulue berharap kantor PWI Aceh di Banda Aceh dapat dilengkapi fasilitas kamar atau mess untuk membantu anggota dari berbagai daerah yang sedang menjalankan urusan organisasi maupun kegiatan jurnalistik di ibu kota provinsi.

Firnalis menilai, fasilitas tersebut dapat meringankan beban pengeluaran wartawan, terutama anggota yang memiliki keterbatasan biaya perjalanan dan akomodasi.

“Jika rumah besar kita (Kantor PWI) bisa dilengkapi dengan fasilitas itu, tentu akan sangat membantu dari segi pengeluaran wartawan yang sangat pas-pasan,” ujarnya.

Apresiasi terhadap capaian organisasi

Dalam pertemuan tersebut, pengurus dan anggota PWI Simeulue juga menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah perkembangan organisasi selama hampir lima tahun terakhir di bawah kepemimpinan Nasir Nurdin.

Salah seorang pengurus PWI Simeulue menilai, pemulihan kepercayaan di lingkungan internal organisasi dan hubungan dengan mitra kerja menjadi salah satu capaian penting. Kepercayaan tersebut dinilai turut mendukung keberlangsungan kegiatan organisasi serta meningkatnya minat pekerja pers untuk bergabung sebagai anggota PWI.

Firnalis mengakui, mengelola organisasi sebesar PWI bukan pekerjaan mudah dan membutuhkan kekompakan seluruh unsur kepengurusan.

Ia berharap capaian di bidang organisasi dan keanggotaan, kemitraan antarlembaga, pembelaan wartawan, pendidikan, serta kesejahteraan anggota dapat dilanjutkan dan ditingkatkan.

“Semoga berbagai capaian itu bisa terus dilanjutkan, termasuk terus memperkuat koordinasi provinsi dengan kabupaten/kota,” katanya.

Nasir siapkan keberlanjutan program

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Nasir Nurdin mengatakan, saran dan harapan dari PWI Simeulue akan menjadi bahan pertimbangan apabila dirinya kembali dipercaya memimpin PWI Aceh untuk periode 2026–2031.

Ia menyebut, program pada periode pertama kepemimpinannya diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan organisasi berikutnya. Program yang belum tuntas akan dievaluasi, sedangkan kebutuhan baru akan diprioritaskan berdasarkan urgensi dan manfaatnya bagi anggota.

“Apa yang telah kami lakukan pada periode pertama ini diharapkan menjadi fondasi untuk keberlanjutan. Kita sudah punya arah yang jelas, tidak lagi meraba-raba. Kalau ada yang belum selesai atau ada program baru sesuai bidang, jika itu memang urgen, akan kita prioritaskan,” kata Nasir.

Ia menyebut sejumlah agenda yang ingin dilanjutkan, antara lain peningkatan kapasitas anggota melalui pendidikan dan pelatihan, penguatan basis data organisasi berbasis digital, serta pengembangan Koperasi PWI Aceh Tinta Emas sebagai sumber pendapatan organisasi dan anggota.

Nasir juga menyampaikan rencana mendorong program jaminan sosial melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, yang diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada wartawan beserta keluarganya.

Menurut Nasir, gagasan tersebut telah didiskusikan dengan PWI Sumatera Utara sebagai salah satu referensi pengembangan program.

“Kita berharap jaminan sosial melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dapat diwujudkan ke depan, sehingga wartawan dan keluarganya memperoleh perlindungan yang lebih baik,” ujarnya.

Kunjungan ke Simeulue menjadi bagian dari silaturahmi Nasir dengan jajaran PWI di daerah menjelang Konferprov XIII PWI Aceh. Berbagai masukan yang disampaikan pengurus dan anggota diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kesejahteraan wartawan, dan memperluas perhatian terhadap kebutuhan anggota di seluruh Aceh. []