Donat Labu dan Ketela Aceh Besar Raih Grade A, BBPOM Dorong UMKM Jaga Mutu Pangan

Petugas BBPOM Aceh melakukan pengawasan sarana produksi donat berbahan labu dan ketela di Aceh Besar. Produk UMKM tersebut meraih Grade A dalam penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), Rabu, 21 Oktober 2026. (Foto: Dok. BBPOM Aceh/Kolase: Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | ACEH BESAR – Produk pangan lokal berbahan labu dan ketela dari Kabupaten Aceh Besar berhasil meraih peringkat Grade A dalam pengawasan sarana produksi pangan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh.

Capaian itu menjadi indikator positif penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), sekaligus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar konsisten menjaga keamanan serta mutu produk yang dihasilkan.

Komitmen terlihat saat petugas BBPOM Aceh melakukan pengawasan sarana produksi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), Rabu, 21 Oktober 2026. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan proses pengolahan donat berbahan labu dan ketela memenuhi prinsip produksi pangan yang baik.

Pengawasan mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari penanganan bahan baku, kebersihan tempat dan peralatan produksi, proses pengolahan, hingga pengendalian kondisi produksi.

Ketua Tim Inspeksi Pangan BBPOM Aceh, Endang Yuliawati, menegaskan bahwa penerapan standar produksi tidak cukup hanya untuk memenuhi persyaratan saat pemeriksaan. Pelaku usaha perlu menjadikannya sebagai kebiasaan dalam kegiatan produksi sehari-hari.

“Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik bukan hanya untuk memenuhi persyaratan, tetapi juga merupakan komitmen pelaku usaha dalam menghasilkan pangan yang aman dan bermutu. Kami berharap capaian Grade A ini dapat dipertahankan melalui penerapan standar yang konsisten dalam setiap proses produksi,” ujar Endang.

Selain melakukan pemeriksaan, petugas BBPOM Aceh juga memberikan pembinaan kepada pelaku usaha agar standar keamanan pangan terus diterapkan dan ditingkatkan.

Pembinaan tersebut penting untuk memastikan praktik produksi yang baik tidak berhenti pada hasil penilaian, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja pelaku usaha. Konsistensi menjaga kebersihan, mengendalikan proses pengolahan, serta memperhatikan keamanan bahan baku menjadi faktor penting dalam mempertahankan mutu produk.

Bagi UMKM, capaian Grade A juga dapat menjadi modal untuk membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing. Terlebih, penggunaan bahan pangan lokal seperti labu dan ketela membuka peluang pengembangan produk olahan dengan nilai tambah.

Meski demikian, inovasi produk perlu berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap ketentuan keamanan pangan. Pelaku usaha dituntut menjaga kualitas secara berkelanjutan agar produk yang dipasarkan tetap aman dan layak dikonsumsi.

BBPOM Aceh terus mendorong UMKM pangan untuk menempatkan keamanan dan mutu sebagai prioritas dalam mengembangkan usaha. Dengan proses produksi yang baik dan konsisten, produk lokal diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau menjadi konsumen cerdas dengan memperhatikan kondisi kemasan, informasi label, izin edar sesuai ketentuan, serta tanggal kedaluwarsa sebelum membeli pangan olahan.

Dukungan terhadap UMKM lokal, dengan demikian, tidak hanya dilakukan melalui pembelian produk, tetapi juga dengan memilih pangan yang diproduksi secara bertanggung jawab dan memperhatikan aspek keamanan. []