Dari Puncak Seulawah, Dua Pendaki Aceh Kibarkan Solidaritas Untuk Palestina

Dua pendaki asal Banda Aceh, Muhammad Rizki Ramdani dan Rizki Agung, mengibarkan bendera Palestina berdampingan dengan Merah Putih di puncak Gunung Seulawah Agam, Aceh Besar, Minggu, 1 November 2026. (Foto: Muhammad Rizki Ramdan/Kolase: Portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | ACEH BESAR – Dari puncak Gunung Seulawah Agam, pesan solidaritas untuk Palestina kembali menggema. Dua pendaki asal Banda Aceh, Muhammad Rizki Ramdani dan Rizki Agung, mengibarkan bendera Palestina berdampingan dengan Merah Putih, Ahad, 1 November 2026, sekitar pukul 13.00 WIB.

Aksi tersebut bukan sekadar pendakian biasa. Di tengah perjalanan panjang dan cuaca yang kurang bersahabat, keduanya membawa pesan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina, sekaligus menandai dimulainya Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026.

Kedua pendaki yang merupakan mahasiswa sekaligus pegiat kemanusiaan itu tergabung dalam gerakan kepedulian terhadap Palestina melalui Aqsa Working Group (AWG) Banda Aceh.

Dari salah satu puncak kebanggaan Aceh, mereka ingin menunjukkan bahwa solidaritas terhadap Palestina dapat disuarakan dari mana saja, termasuk melalui aksi simbolis di ketinggian puncak pegunungan.

β€œKita kibarkan di atas Gunung Seulawah untuk memberikan semangat bahwa kemerdekaan Palestina tidak lama lagi terwujud. Dari Aceh, di dasar laut sudah pernah kami kibarkan bendera Palestina. Saat ini, dari puncak Seulawah, kebanggaan Aceh, bendera ini berkibar. Dukungan kami untuk saudara di Palestina,” demikian pernyataan Muhammad Rizki Ramdani dan Rizki Agung.

Menembus Hujan Demi Membawa Pesan Solidaritas

Perjalanan menuju puncak Seulawah Agam dimulai pada Sabtu pagi. Memasuki perjalanan, keduanya harus menghadapi kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Hujan lebat mengguyur wilayah Aceh sejak Sabtu hingga malam hari.

Mereka mendirikan kamp di tengah jalur pendakian untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak pada Ahad/Minggu pagi.

Melalui jalur Saree, pendaki biasanya membutuhkan waktu sekitar empat hingga enam jam dari basecamp atau pintu rimba menuju area peristirahatan Camp Halu, yang berada di sekitar ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Waktu tempuh keseluruhan hingga puncak dan kembali dapat mencapai sekitar 10 jam, bergantung pada kondisi jalur dan cuaca.

Bagi Rizki Ramdani dan Rizki Agung, perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya menyampaikan dukungan kepada rakyat Palestina melalui cara yang mereka pilih.

Setelah mengibarkan kedua bendera di puncak, mereka turun kembali ke titik pendakian menjelang Magrib. Keduanya baru tiba kembali di pusat Banda Aceh sekitar pukul 23.00 WIB.

Pendakian ini juga bukan pengalaman pertama mereka menjelajahi kawasan pegunungan tersebut. Sepekan sebelumnya, keduanya telah mendaki Gunung Seulawah Inong.

Sejalan dengan Dimulainya BSP 2026

Aksi di Seulawah Agam berlangsung bertepatan dengan pembukaan Bulan Solidaritas Palestina 2026 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Minggu pagi.

Ketika rangkaian pembukaan berlangsung di ibu kota, kedua pendaki itu tengah menempuh perjalanan menuju puncak Seulawah untuk mengibarkan bendera Palestina.

Momentum tersebut memperlihatkan bahwa dukungan bagi rakyat Palestina tidak hanya hadir melalui kegiatan seremonial, namun juga melalui berbagai inisiatif masyarakat di daerah.

Bagi keduanya, pengibaran bendera di puncak Seulawah merupakan pesan simbolis bahwa kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina tetap hidup di Aceh.

Seulawah, Gunung dengan Jejak Sejarah Aceh

Gunung Seulawah Agam merupakan salah satu gunung berapi aktif di Aceh, dengan ketinggian yang dalam sejumlah rujukan disebut berada pada kisaran 1.700–1.800 mdpl. Kawasan ini memiliki sejumlah kawah, di antaranya Kawah Heutsz dan Kawah Simpago.

Di sisi lain, Seulawah Inong juga menyimpan jejak sejarah perjuangan masyarakat Aceh. Kawasan tersebut dikaitkan dengan latihan kaum inong atau laskar perempuan Aceh pada masa perlawanan terhadap Belanda.

Di tengah lanskap alam dan jejak sejarah itu, pengibaran bendera Palestina menambah satu pesan baru yang dibawa dari kawasan pegunungan Aceh: solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah.

Dari puncak Seulawah, Muhammad Rizki Ramdani dan Rizki Agung menyuarakan dukungan mereka bagi Palestina. Sebuah aksi sederhana secara bentuk, tetapi sarat makna bagi mereka yang ingin menunjukkan bahwa perjuangan kemanusiaan dapat disuarakan dari berbagai penjuru, termasuk dari tanah Aceh. []