Taekwondo RSUDZA Raih 30 Medali di BTC 2.0 Banda Aceh, 14 di Antaranya Emas
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – Tim taekwondo Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh menorehkan prestasi dalam kejuaraan Banda Aceh Taekwondo Championship (BTC) 2.0 yang memperebutkan Piala Wali Kota Banda Aceh. Mengandalkan 29 atlet, tim ini mengumpulkan 30 medali, terdiri atas 14 emas, sembilan perak, dan tujuh perunggu, berdasarkan rekapitulasi hasil pertandingan.

Capaian tersebut menjadi hasil dari persiapan dan pembinaan atlet yang dilakukan selama kurang lebih dua bulan, sejak September hingga Oktober 2026. Para atlet berlaga dalam tiga kategori, yakni kelas prestasi kyorugi (pertarungan), kelas prestasi poomsae (jurus), dan kelas pemula kyorugi.
Kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang bagi tim taekwondo binaan organisasi karyawan RSUDZA untuk mengukur hasil latihan serta menguji kemampuan atlet dalam persaingan antarkontingen.
Sebelum keberangkatan, Wakil Direktur Administrasi dan Umum RSUDZA, Teuku Hendra Faisal, S.E., M.Si., berpesan agar para atlet menjaga semangat juang, kepercayaan diri, sportivitas, dan kekompakan selama bertanding.
Ia juga menekankan pentingnya menerapkan hasil latihan, menghormati lawan, mematuhi keputusan wasit, serta menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif.
Persiapan tim mencakup peningkatan kemampuan teknik, kebugaran fisik, kesiapan mental, kedisiplinan, dan kerja sama antaratlet. Selama mengikuti kejuaraan, para atlet didampingi pelatih Sabeumnim Andriansyah, yang akrab disapa Sabeum Aan.
Pembinaan tersebut mendapat dukungan RSUDZA melalui penyediaan fasilitas latihan serta koordinasi antara pelatih, orang tua, dan pihak sekolah. Upaya ini dilakukan agar para atlet dapat menyeimbangkan kegiatan olahraga dengan pendidikan formal.
Raih Emas di Sejumlah Nomor
Dari daftar perolehan medali, sejumlah atlet berhasil membawa pulang medali emas, di antaranya Zayan Ilyasa Sayogie, Yusuf Afdhalurrahman, Vienna Alisya Annuri, Mikhail Andi Annuri, Muhammad Omar Al Qeis, Raja Azka Angkasa, dan Muhammad Naufal Rabbani.
Geubrina Rahmat juga mencatatkan prestasi dengan meraih dua medali emas, masing-masing pada nomor kyorugi dan poomsae. Sementara itu, medali emas lainnya diraih oleh Nada Sakhi Anezka, Raffa Putra Pratama, Aisyah Fitri, Bunayya Talitan Jamil, dan Khadijah Humairah.
Selain perolehan emas, para atlet juga menyumbangkan medali perak dan perunggu melalui penampilan mereka di nomor yang diikuti.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi capaian dalam kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan untuk meningkatkan kemampuan teknis, mental bertanding, dan pengalaman atlet menghadapi lawan dari kontingen lain.
Pembinaan Atlet dan Karakter
Keterlibatan RSUDZA dalam pembinaan taekwondo juga diarahkan untuk mendukung pengembangan karakter anak-anak dan generasi muda. Olahraga bela diri ini menjadi salah satu sarana untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, pengendalian diri, serta sikap menghormati orang lain.
Melalui keikutsertaan dalam BTC 2.0, para atlet tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga memperoleh pengalaman kompetisi dan membangun karakter positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kejuaraan Piala Wali Kota Banda Aceh BTC 2.0 berlangsung di GOR KONI Aceh, 22-25 Oktober 2026. Ajang ini menjadi kesempatan bagi tim taekwondo RSUDZA untuk mengevaluasi hasil pembinaan sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi berikutnya. []













