Pelindo Dorong Integrasi Ekosistem Maritim untuk Perkuat Daya Saing Logistik Nasional
PORTALNUSA.com | BANDA ACEH – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus mendorong penguatan ekosistem maritim nasional melalui transformasi pelabuhan, integrasi jaringan logistik, serta peningkatan efisiensi rantai pasok guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Langkah tersebut merupakan bagian dari visi Pelindo untuk menjadi pemimpin ekosistem maritim terintegrasi dan berkelas dunia.
Dalam arah kebijakan strategisnya, Pelindo menempatkan peningkatan konektivitas jaringan dan integrasi pelayanan sebagai misi utama untuk membangun ekosistem maritim nasional yang lebih kompetitif.
Ada empat pilar strategis yang menjadi fokus pengembangan perusahaan, yakni transformasi pelabuhan kelas dunia, penguatan ekosistem logistik, efisiensi rantai pasok maritim, serta peningkatan nilai perusahaan.
Seminar Nasional bertema “Sabang sebagai Gerbang Strategis Pertumbuhan Ekonomi, Kedaulatan Maritim, dan Ketahanan Energi Nasional” yang digelar Lemhannas RI bersama Ikatan Alumni Lemhannas Aceh,
Seminar sepenuhnya di prakarsai PT Trans Continent, yang merupakan perusahaan multimoda transportasi, logistik dan rantai pasokan lintas benua. Selasa, 3 November 2026, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh
Pada aspek transformasi pelabuhan, Pelindo mendorong peningkatan standar operasional dengan memanfaatkan teknologi digital, memperkuat kualitas pelayanan berbasis kebutuhan pelanggan, serta mengembangkan konsep pelabuhan berkelanjutan (sustainable ports).
Sementara itu, penguatan ekosistem logistik dilakukan melalui peningkatan kerja sama dengan pelaku industri logistik laut dan darat. Upaya ini diarahkan untuk mengoptimalkan biaya logistik nasional sekaligus meningkatkan arus barang melalui perluasan kemitraan dengan kawasan industri dan logistik.
Di sisi lain, efisiensi rantai pasok maritim menjadi perhatian melalui perluasan jaringan pelabuhan nasional serta integrasi pelabuhan dengan berbagai moda transportasi dan kawasan pendukung, termasuk kawasan industri dan logistik.
Pelindo juga menargetkan peningkatan nilai perusahaan melalui penguatan struktur keuangan, optimalisasi pengelolaan aset, serta pengembangan bisnis secara vertikal dan horizontal.
Pembahasan mengenai strategi pengembangan ekosistem maritim tersebut menjadi bagian dari agenda diskusi yang menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan sektor kepelabuhanan, energi, dan logistik.
Pada sesi kedua, agenda menghadirkan Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia, Dr. H. Farid Padang, ST., MM, sebagai pemateri IV. Selanjutnya, pemateri dari Pertamina Niaga mengisi sesi V, disusul CEO PT Trans Continent, Dr. Ismail Rasyid, sebagai pemateri VI.
Melalui penguatan kolaborasi antara pelabuhan, industri logistik, sektor energi, dan kawasan industri, pengembangan ekosistem maritim terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mendorong daya saing ekonomi nasional.
Penguatan sektor maritim juga menjadi peluang strategis bagi daerah yang memiliki posisi geografis penting pada jalur pelayaran internasional, termasuk Aceh yang berada di kawasan strategis Selat Malaka. []













