Lonjakan Wisatawan ke Sabang Pacu Perputaran Ekonomi

Calon penumpang Kapal Roro di Pelabuhan Balohan Sabang

PORTALNUSA.com | SABANG – Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dalam beberapa bulan terakhir membawa dampak langsung terhadap geliat ekonomi di Kota Sabang. Tren ini kembali menegaskan bahwa sektor pariwisata masih menjadi tulang punggung utama perekonomian daerah di ujung barat Indonesia tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menyebut lonjakan kunjungan berbanding lurus dengan meningkatnya tingkat hunian penginapan, baik hotel maupun homestay, terutama di kawasan favorit wisata.

Sejumlah destinasi seperti Teupin Layeu, Pantai Gapang, hingga Pulau Rubiah mencatat peningkatan okupansi yang cukup signifikan, khususnya saat akhir pekan dan musim liburan.

“Hunian hotel dan homestay meningkat tajam. Dampaknya langsung dirasakan oleh pelaku usaha kecil di sekitar kawasan wisata,” ujar Harry, Sabtu, 24 Januari 2026.

Ia menjelaskan, dampak ekonomi dari lonjakan kunjungan tidak hanya dirasakan oleh sektor penginapan. Aktivitas ekonomi juga meningkat di sektor kuliner, pedagang suvenir, hingga penyedia jasa wisata bahari.

Permintaan terhadap layanan seperti penyewaan perahu penyeberangan, perlengkapan snorkeling, hingga paket diving terus menunjukkan tren kenaikan. Kondisi ini turut mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai sumber, mulai dari retribusi kawasan wisata, pajak hotel dan restoran, hingga jasa kepelabuhanan.

“Jika pengelolaan destinasi semakin tertib dan profesional, kontribusi terhadap pendapatan daerah juga akan terus meningkat. Karena itu, penataan kawasan dan penguatan infrastruktur menjadi fokus utama kami,” katanya.

Lebih jauh, Harry menilai sektor pariwisata telah menciptakan efek berganda yang luas bagi masyarakat. Banyak tenaga kerja lokal terserap sebagai pemandu wisata, operator selam, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pariwisata menjadi sektor yang paling cepat menghasilkan bagi masyarakat. Kami akan terus turun ke lapangan untuk memastikan pengelolaan destinasi berjalan semakin baik,” tegasnya.

Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Pemerintah Kota Sabang optimistis sektor pariwisata tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga mampu membuka peluang usaha berkelanjutan bagi masyarakat di masa mendatang.[]