DAERAH

Ribuan Karateka Serbu Pidie, Kejurda Forki Aceh Perebutkan Hadiah Puluhan Juta

Wakil Bupati Pidie, Al-Zaizi Umar (tengah) bersama unsur Forkopimda serta dewan juri melakukan foto bersama usai pembukaan Kejurda Forki Aceh di gedung Taekwondo PCC Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Jumat petang, 17 Juli 2026. (Foto: KONI Pidie untuk Portalnusa.com/ kolase by.portalnusa.com)

PORTALNUSA.com | PIDIE – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Aceh 2026 resmi bergulir di Gedung Taekwondo Pidie Convention Center (PCC), Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Jumat, 17 Juli 2026. Ajang bergengsi ini diikuti 1.515 karateka dari seluruh kabupaten/kota di Aceh yang memperebutkan Piala Bupati Pidie serta total hadiah Rp51,5 juta.

Pelaksanaan Kejurda juga bertepatan dengan peringatan Milad Kabupaten Pidie ke-515 dan berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 19 Juli 2026.

Even ini langsung dibuka oleh Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, SH, MH, didampingi Wakil Bupati Al-Zaizi Umar. Hadir pula jajaran Pengurus Besar Forki, Ketua Dewan Wasit Indonesia, Ketua KONI Aceh, pengurus KONI Pidie, unsur Forkopimda, serta para atlet dan ofisial dari seluruh Aceh.

Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, mengatakan Pemerintah Kabupaten Pidie memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Kejurda sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

“Kami berharap Kejurda ini menjadi wadah lahirnya atlet-atlet karate berbakat yang memiliki kemampuan teknik dan mental bertanding yang kuat, sehingga mampu mengharumkan nama Aceh pada berbagai ajang nasional maupun internasional,” ujar Sarjani.

Menurutnya, penyelenggaraan Kejurda tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antarkarateka serta memperkuat pembinaan olahraga karate di Aceh.

Dengan melibatkan lebih dari seribu atlet, Kejurda Forki Aceh 2026 diharapkan menjadi salah satu kejuaraan terbesar di Aceh sekaligus menjadi ajang seleksi atlet potensial yang akan dipersiapkan menghadapi berbagai kompetisi di tingkat nasional.[]